Apakah Listrik Jika Terkena Air Dapat Membahayakan

Posted on

Apakah Listrik Jika Terkena Air Dapat Membahayakan

  • Waspada petir
  • Video yang berhubungan

Foto: Ari Saputra

Jakarta
– Salah satu hal yang paling beresiko saat musim hujan dan banjir adalah korsleting listrik. Masyarakat perlu berhati-hati agar tak terjadi korsleting atau bahkan kebakaran yang diakibatkan komponen listrik tergenang atau terkena air hujan.PT PLN Disjaya punya tips agar masyarakat aman selama banjir, Pertama, matikan peralatan listrik dan elektronik yang tersedia di dalam rumah. PLN juga menyarankan untuk memperhatikan posisi- posisi stop kontak listrik, kabel rol atau kabel ekstension yang berada di bawah atau dekat dengan lantai.Biasanya kabel kabel yang berada di bawah atau lantai juga perlu diamankan, agar tidak terendam air banjir. Setelah itu, masyarakat diimbau untuk mematikan peralatan listrik dan elektronik yang berada dekat dengan lantai dan pindahkan ke posisi yang lebih aman. Bila stop kontak sudah mulai tergenang air, maka matikan aliran listrik untuk sementara waktu dengan cara mematikan atau “OFF” MCB yang berada di KWh Meter. Tentunya hal ini perlu segera dilakukan sebagai tindakan pengamanan pertama, sebelum terjadi korsleting listrik. Sementara itu, jika pelanggan memahami pembagian beban pada instalasi istri di rumah, PLN menyarankan masyarakat agar bisa mematikan MCB yang ada di Box MCB untuk aliran listrik yang mengarah ke stop kontak yang akan dimatikan.Kemudian perhatikan kondisi mesin air atau jet pump, jika mesin air sudah nyaris terendam air, pelanggan harus segera mencabut kabel listrik dari stop kontak agar mesin tidak menyala.

Jika ada sesuatu yang dianggap membahayakan segera menghubungi Call Center 123 tau bila kondisi sudah tidak aman, langkah terakhir yang harus dilakukan yaitu mengungsi ke daerah aman sedini mungkin.
(zlf/zlf)

Jakarta

Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir di beberapa wilayah di Tanah Air. Selain menyebabkan kerugian secara materi karena banyaknya rumah yang terendam, banjir juga bisa menyebabkan kerugian lain.

Salah satunya adalah terjadinya korsleting atau tersetrum aliran listrik jika banjir merendam wilayah yang masih terhubung arus listrik. Untuk mengantisipasi hal ini, PLN akan memadamkan listrik jika rumah pelanggan atau gardu distribusi terendam air. Di samping itu, ada beberapa hal yang juga bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi hal serupa. Berikut caranya.

Baca Juga:  Untuk Membuat Lingkaran Besar Dapat Digunakan Alat Gambar Berupa

1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah

Hal ini bertujuan agar seluruh listrik di rumah padam dan menghindari adanya korsleting listrik. Langkah ini juga memperkecil kemungkinan tersetrum aliran listrik saat banjir.2. Cabut colokan listrikSaat banjir melanda, Anda juga harus mencabut semua colokan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak. Ini bertujuan untuk memutus aliran listrik jika listrik masih menyala.3. Pindahkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggiAnda pasti tidak mau kan alat elektronik di rumah rusak karena terendam banjir? Untuk itu, pindahkan semua alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari genangan air.4. Hubungi PLN jika listrik tidak padamJika aliran listrik di rumah sudah padam, coba cek apakah aliran listrik di lingkungan Anda sudah padam semua? Jika belum, segera hubungi contact center PLN 123 dan laporkan wilayah yang listriknya masih belum padam.5. Hubungi instansi penanggulangan bahaya banjir

Untuk mengantisipasi bahaya listrik, Anda juga bisa menghubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir untuk meminta bantuan lebih lanjut.

(Foto: dok. PLN)

1. Pastikan instalasi listrik dalam keadaan keringSetelah banjir surut, bukan berarti tidak ada lagi bahaya dari korsleting listrik. Instalasi maupun alat elektronik yang ternyata masih basah bisa memicu korsleting saat dihubungkan dengan listrik. Untuk itu, pastikan semuanya kering.2. Penandatanganan berita acara

Jika semua instalasi listrik sudah dipastikan kering, sebelum pemulihan akan ada penandatanganan berita acara yang disaksikan oleh ketua RT/RW/tokoh masyarakat setempat.
(adv/adv)

Percobaan Untuk Arus Listrik Yang Terkena Air

Pernah mendengar orang tersetrum arus listrik? Atau terjadi konsleting listrik? Itu adalah salah satu masalah yang biasa timbul akibat adanya kecerobohan kita dalam mengatur system instalasi kabel listrik dan alat-alat elektronik lainnya.

Salah satu alas an kita tersetrum adalah adanya aliran arus listrik yang mengalir ditubuh kita. Arus listrik mampu mengalir melalui penghantar, tubuh kita salah satu media yang dapat menjadi penghantar arus listrik. Bagaimana hal itu bias terjadi?

Di dalam tubuh kita banyak mengandung cairan yang dapat menjadi penghantar arus. Sehingga hati-hati jika saat hujan atau basah, kita harus menghindari aliran arus listrik.

Baca Juga:  Cara Membuat Generator Listrik 220 Volt

Untuk membuktikannya, dapat dilakukan dengan percobaan berikut:

Alat dan Bahan:

  1. Dua buah kabel
  2. Baterai 9 volt
  3. Bolam lampu
  4. Air murni
  5. Garam
  6. Gelas
  7. Kancing baterai

Langkah-langkah percobaan

  1. Kita pasang dua kabel pada masing-masing ujung kabel kancing baterai, kemudian pasang baterainya.
  2. Sambungkan ujung kabel yang satu pada soket yang telah dipasangi lampu. Sedangkan ujung kabel baterai dan ujung kabel lampu lainnya tidak terpasang.
  3. Tuangkan air murni kedalam gelas. Kemudian masukkan kedua ujung kabel yang tidak terpasang ke dalam air tersebut. Tapi jangan sampai kedua ujung kabelnya saling bersentuhan. Bagaimana lampu tersebut? Menyala atau tidak?
  4. Keluarkan kembali kabel yang berada di dalam gelas. Sekarang, coba masukkan garam kedalam gelas berisi air tadi dan aduk hingga larut. Lalu masukkan kembali kedua ujung kabel kedalamnya. Apakah lampunya sekarang menyala?

 Dari hasil percobaan  tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

Saat kabel di masukan ke dalam air murni tidak dapat menjadi penghantar arus yang baik, sehingga lampu tidak menyala, kemudian saat dilarutkan garam ke dalam air tersebut terjadi yang namanya pemecahan molekul garam menjadi ion na (+) dan ion cl (-). Ion inilah yang berperan dalam menghantarkan listrik. Larutan garam seperti ini dinamakan larutan elektrolit. Air murni tidak mengandung elektrolit, Sedangkan pada air keran, sering terdapat butiran garam dalam air keran tersebut. Jadi jangan bermain-main dengan benda elektronik dengan tangan basah. Meski tangan kamu basah dengan air murni, ternyata tangan kita menghasilkan garam juga melalui keringat

DI musim penghujan, tak jarang kita mendengar berita tentang adanya kecelakaan akibat tersengat aliran arus listrik. Untuk mencegah hal tersebut, mari kita lebih waspada terhadap instalasi listrik dan peralatan eletronik, khususnya yang peka terhadap air.

Apabila ditemukan indikasi aliran air yang masuk ke rumah dan rawan mengenai peralatan elektronik, langkah pertama yang harus dilakukan, diantaranya :

1. Perhatikan posisi stopkontak atau kabel rol yang berada dibawah atau dekat dengan lantai. Amankan kabel rol atau kabel ekstension yang berpotensi terendam air.

2. Matikan peralatan listrik dan elektronik yang dekat di lantai (terutama mesin air/ jet pump) dengan mencabut kabel listrik dari stopkontak dan pindahkan ke posisi yang lebih aman,

Baca Juga:  Keuntungan Dari Letak Negara Indonesia Secara Geologis Yaitu Kecuali

3. Jangan memegang kabel yang terbuka atau terkelupas

4. Apabila stopkontak sudah tergenang/rumah dalam kondisi kebanjiran, pastikan MCB (Mini Circuit Breaker) yang berfungsi sebagai pemutus aliran listrik telah dimatikan sehingga tidak ada aliran listrik ke dalam rumah.

Selanjutnya, apabila rumah sudah dalam kondisi tidak banjir, pastikan terlebih dahulu kondisi instalasi listrik (stopkontak, mesin air, peralatan listrik yang terendam) dalam kondisi yang kering sebelum aliran listrik dinyalakan.

Waspada petir

Selain beberapa hal diatas, hal lain yang perlu diwaspadai pada saat hujan adalah petir. Kasus kebakaran alat elektronik yang tersambar petir merupakan kasus yang cukup sering ditemui. Guna meminimalisir bahaya tersebut, matikan barang eletronik dan cabut kabel dari stop kontak listrik, seperti televisi, radio dan computer ketika terjadi petir. Kita juga harus meminimalisir penggunaan telepon seluler karena benda tersebut dapat memancarkan gelombang elektromagnetik tinggi. Selain itu, jauhi peralatan yang dapat menghantarkan arus listrik seperti gagang pintu besi, atau benda lain penghantar listrik.

Pada saat musim hujan, gangguan listrik yang tidak terencana rentan terjadi karena beberapa faktor, antara lain:


Page 2

1. Hujan deras dan angin kencang dapat menyebabkan benda roboh dan mengenai jaringan listrik, contohnya pohon tumbang.

2. Jaringan listrik tersambar petir

3. Longsor yang mengakibatkan transmisi/ tiang listrik bergeser dan roboh

4. Lingkungan tempat tinggal warga atau kawasan gardu listrik terendam banjir

Hal tersebut merupakan kondisi yang membuat listrik harus dipadamkan demi keselamatan warga sekitar. Sebab jika tidak dipadamkan akan berpotensi menimbulkan sengatan listrik yang membahayakan keselamatan warga.

Apabila masyarakat mengetahui keadaan yang membahayakan ataupun membutuhkan bantuan layanan teknik PLN, segera hubungi Contact Center PLN 123. Petugas layanan teknik PLN siap memberikan layanan teknik 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa dipungut biaya.***

Apakah Listrik Jika Terkena Air Dapat Membahayakan

Sumber: https://apayangkamu.com/apa-yang-terjadi-jika-stop-kontak-terkena-air