Dalam Gong Bumbung Bambu Yang Berukuran Besar Memiliki Fungsi Sebagai

Posted on

Dalam Gong Bumbung Bambu Yang Berukuran Besar Memiliki Fungsi Sebagai

Beberapa tahun terakhir di seputar Jakarta dan Depok sering terlihat rombongan pengamen musik jalanan yang memainkan alat musik bambu. Mereka berasal dari Tegal yang mencoba memperkenalkan alat musik tradisional daerahnya sekaligus mengadu nasib di ibu kota. Alat musik bambu tersebut dipadu gendang seadanya dengan memanfaatkan galon kosong bekas air mineral. Ternyata seperangkat alat musik bambu tersebut adalah Calung Banyumasan. Agak membingungkan ketika mendengarnya untuk pertama kali, karena selama ini yang kita tahu calung itu berasal dari tanah Sunda. Namanya sama tetapi perangkat dan gaya pementasannya berbeda.

Calung Banyumasan adalah seperangkat alat musik yang terbuat dari bambu wulung atau bambu hitam. Nama “calung” berasal dari “carang pring wulung” yang artinya pucuk bambu wulung, atau “pring dipracal melung-melung” yang artinya bambu diraut bersuara nyaring. Sedangkan kata “Banyumasan” dimaksudkan sebagai identitas asal musiknya itu sendiri. Alat musik bambu ini tergolong “idiophone” yang sumber bunyinya berasal dari badan alat musik itu sendiri, dan “perkusi” karena dimainkan dengan cara dipukul.

Calung Banyumasan terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendem, kenong,  dan gong sebul (bunyinya mirip gong tetapi dimainkan dengan cara “disebul” atau ditiup). Adanya gong sebul menjadikan alat musik ini juga tergolong “aerophone” yang sumber bunyinya berasal dari udara. Calung Banyumasan berlaras slendro dan pelog, tetapi yang lebih berkembang adalah laras slendro, dan lagu-lagu Banyumasan yang sering dimainkan umumnya juga menggunakan laras slendro. Zippo slendro terdiri dari panunggul, gulu, dhada, lima, dan enem (Ji-Ro-Lu-Mo-Nem), sebagaimana yang disusun dan dikembangkan oleh KMRT Wreksadiningrat di tahun 1910. Ritme dinamis tetapi cepat dalam musik Calung Banyumasan ditentukan oleh kenong dan gong sebul. Saat Calung Banyumasan ditampilkan, biasanya masih ditambah dengan gendang atau kendang yang bukan berbahan bambu, dan ada pesinden yang mengalunkan lagu-lagu Banyumasan.

Calung Banyumasan biasanya digunakan untuk mengiringi tarian Lengger, sebuah tarian pergaulan yang biasanya dibawakan secara berkelompok. Fungsi ini menjadikan Calung Banyumasan disebut sebagai Calung Lengger. Istilah lengger dalam bahasa Banyumas adalah perpaduan dari kata “leng” yang melambangkan perempuan, dan “jengger” sebagai simbol laki-laki (ayam jantan), sehingga “lengger” dapat diartikan sebagai laki-laki yang berdandan seperti perempuan. Tarian dalam pertunjukkan Lengger dahulu memang dibawakan oleh laki-laki. Calung lengger biasanya ditampilkan dalam ritual seperti syukuran (nadhar), sedekah bumi, dan sedekah laut, atau acara sosial seperti khitanan, pernikahan, dan tindik. Nama “calung” berasal dari “carang pring wulung” yang artinya pucuk bambu wulung, atau “pring dipracal melung-melung” yang artinya bambu diraut bersuara nyaring. Sedangkan kata “Banyumasan” dimaksudkan sebagai identitas asal musiknya itu sendiri.

Baca Juga:  Pengambilan Keputusan Dalam Negara Yang Menganut Kedaulatan Rakyat Selalu

Pembuatan alat musik Calung Banyumasan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan karena hingga kini masih mengikuti ketentuan adat dalam penebangan pohon bambunya. Ada waktu tebang yang harus dihindari, dan saat menebang bambu harus disesuaikan dengan hitungan penanggalan Jawa. Adapun detail “waditra” atau alat musik Calung Banyumasan adalah sebagai berikut:

  1. Gambang barung, berperan dalam membuat melodi pada gendhing yang dimainkan dan mempunyai nada yang paling tinggi dibandingkan lainnya. Bentuknya menyerupai gamelan Jawa, tetapi ada degradasi ukuran dari kecil kemudian semakin membesar hingga ke sisi lainnya, sedangkan gamelan Jawa ukurannya semua sama. Pada gambang barung, semakin panjang bilah bambu maka suara yang dihasilkan akan makin rendah, begitu juga sebaliknya. Gambang barung terdiri dari sixteen “wilahan” (bilah bambu) dengan urutan goose egg 3 (lu) pada bilah paling kiri dan paling kanan. Gambang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua buah alat pukul yang ujungnya berupa karet bulat, berdiameter 4-5 cm dan panjang ± 30 cm.
  2. Gambang penerus, adalah penghias gendhing yang mendukung gambang barung. Pola permainannya saling bersahutan di antara kedua gambang sehingga melodi yang terbangun menjadi lebih berisi dan ada ‘kembang’nya. Bentuknya sama dengan gambang barung termasuk penataan ukuran bilah dan rangkaian nadanya.
  3. Dhendhem atau Slenthem, terdiri dari 6 wilahan yang ukurannya lebih besar dan lebih panjang dibandingkan dengan kedua gambang. Urutan nadanya 2 (ro), iii (lu), 5 (mo), vi (nem), 1 (ji), 2 (ro), dengan aught 2 (ro) rendah pada bilah paling kiri sebagai “penodos”, dan ii (ro) paling kanan adalah “pethit”. Ditabuh dengan alat pemukul yang ukurannya lebih besar.
  4. Kenong, mempunyai wilahan dengan bentuk dan ukuran yang sama dengan dhendhem, begitu juga urutan nadanya. Kenong ditabuh dengan dua alat pemukul, satu tangan memukul kethuk, dan tangan lainnya memukul kenong, sehingga disebut kethuk kenong.
  5. Gong, menggunakan gong tiup yang disebut gong sebul atau gong bumbung. Gong terkadang difungsikan sekaligus sebagai kempul dengan tiupan yang menghasilkan nada tinggi melebihi gong hingga suaranya mirip  kempul. Alat ini bukan terbuat dari besi atau kuningan, melainkan bambu berdiameter ± 15 cm, dan panjang ± eighty-ninety cm, dengan bagian bambu yang berfungsi untuk meniup berdiameter lebih kecil.
Baca Juga:  Berikut Ini Adalah Fungsi Dari Alat Penjernih Air Kecuali

Saat ini kehadiran Calung Banyumasan tergerus perubahan jaman. Calung Lengger juga tidak dimainkan sesering dahulu, Jika ada keramaian, orang lebih suka menggunakan organ yang bisa menghasilkan banyak suara, dan menampilkan musik dangdut dengan lagu-lagu kekinian. Pementasan calung lengger pun seringkali dikolaborasikan dengan musik campursari.

Sanggar Lengger. website : sanggarlengger.wordpress.com

LENGGER GIYANTI KABUPATEN WONOSOBO : Dari Seni Tradisi ke Seni Wisata

MANAJEMEN PENGAMEN CALUNG SANGGAR SENI JAKA TARUB DI KABUPATEN TEGAL

EKSPLOITASI EKONOMI DAN SEKSUAL PARA PENARI LENGGER

II.1 Pembahasan Dan Penyelesaian Permasalahan Calung

KRITIK SENI PERTUNJUKAN (Critic of The Performing Fine art)

STUDI PROSES PEMBUATAN CALUNG BANYUMASAN DI PAPRINGAN BANYUMAS SKRIPSI

SENI PERTUNJUKAN SEBAGAI PERTUNJUKAN KEBUDAYAAN

POGÁNY CSILLA THE ANDERSONIAN Performance ART

AZ ÚJ JAGUAR THE Fine art OF PERFORMANCE

TUGAS AKHIR. Art Gallery and Facility for Barongan Fine art Operation

KOLEKCE JAGUAR 2017 THE Art OF PERFORMANCE

NOVÝ XF PŘÍSLUŠENSTVÍ THE ART OF PERFORMANCE

JAGUAR COLLECTION 2016 THE Fine art OF PERFORMANCE

Liputan6.com, Jakarta

Bogor memiliki banyak lokasi dan atraksi wisata yang tak kalah menarik dibandingkan dengan kota lainnya, salah satunya tempat pembuatan gong tertua di Jawa Barat. Terkenal dengan produknya yang telah mendunia, Gong Factory telah berdiri sejak zaman kolonial sekitar 370 tahun lalu.

Gong Factory

Ketika tim

Liputan6.com


pada Rabu (16/12) mengunjungi tempat ini, kami disambut oleh Pak Sukarna, pemilik dari pabrik gong yang sudah berusia 91 tahun. Pak Sukarna merupakan generasi keenam pengelola pabrik gong yang terletak di Jalan Pancasan No. 17, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ini.

Memasuki dapur pembuatan gong ini, kami juga disambut dengan suara dentingan menarik ketika para pegawai Pak Sukarna menempa tembaga dan timah panas yang dibakar. Selain itu, hawa panas dari pembakaran bahan baku gong tersebut tak menyurutkan keceriaan dan kerja sama para pengrajin gong saat menempanya.

Pak Sukarna, pemilik Gong Factory

Gong Pancasan merupakan salah satu tempat pembuatan gong yang masih berjalan sejak zaman kolonial dan masih menjaga kelestarian tradisionalnya. Hingga sekarang, tempat ini menjadi salah satu tempat bersejarah di Kota Bogor

Pak Sukarna menuturkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan bahan baku gong, pabriknya mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Bahan baku yang digunakan untuk membuat Gong adalah tembaga, perunggu, dan timah, perunggu yang dipakai berasal dari Bangka Belitung.

Baca Juga:  Sejarah Sebagai Suatu Peristiwa Bersifat Einmalig Artinya

Harga satu set gamelan Jawa di Gong Factory cenderung lebih mahal daripada gamelan Sunda karena instrumennnya lebih banyak serta penggunaan jenis bahan baku mempengaruhi harga jual. Jika Anda berminat membeli satuan, harga gong berdiameter 80 cm dijual paling tinggi dengan harga 17 juta untuk turis domestik, dan 20 juta untuk turis asing.

Sampai sejauh ini, pesanan gong kebanyakan berasal dari sanggar seni, sekolah, atau kalangan pemerintah saja. Terkadang ada saja turis asing yang datang ke Gong Manufactory untuk membeli gong sebagai cenderamata.

Proses peleburan tembaga, perunggu, dan timah

Dalam sehari, pabrik ini hanya mampu menghasilkan dua gong besar dengan metode tradisional yang tetap mereka jaga hingga kini. Mulai dari mencampurkan timah dan tembaga sebagai bahan dasarnya, kemudian mencetaknya dengan bantuan cetakan tanah liat, menempanya, hingga dibersihkan dari kerak oksidasi yang menghitam.

Untuk membuat alat musik bukan sekadar pekerjaan fisik dan perlu keahlian khusus, serta jiwa seni yang tinggi untuk menghasilkan alat musik yang bernada tepat. Para pengrajin sekaligus seniman di Gong Manufacturing plant sudah berpengalaman belasan bahkan puluhan tahun, mengatur nada pada alat musik yang dibuat dan sudah teruji selama enam generasi.

Pak Sukarna juga mengungkapkan kekhwatirannya perihal eksistensi alat musik tradisional di kalangan anak muda zaman sekarang, yang kurang minat untuk mengenal budayanya sendiri.

Proses pengasahan gamelan

“Banyaknya budaya asing yang masuk ke negeri ini menjadi salah satu faktor kurangnya pengetahuan bangsa terhadap budayanya sendiri. dan kurangnya keinginan dan kemauan mereka untuk mengenal kekayaan nusantara,” ujar Pak Sukarna yang sudah mewariskan ilmunya pada salah satu anaknya untuk mengelola tempat tersebut.**

 **Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Video yang berhubungan

Dalam Gong Bumbung Bambu Yang Berukuran Besar Memiliki Fungsi Sebagai

Sumber: https://asriportal.com/dalam-gong-bumbung-bambu-yang-berukuran-besar-memiliki-fungsi-sebagai/