Gerak Anggota Tubuh Saat Membaca Puisi Disebut

Posted on

Gerak Anggota Tubuh Saat Membaca Puisi Disebut

Ingin bisa membaca puisi tetapi belum tau bagaimana cara membaca puisi yang baik? Tenang! Artikel ini akan membahas teknik membaca puisi yang pastinya akan berguna buat Sobat semua.

Hai Sobat Zenius!




Lo





pasti sudah pernah mengenal yang namanya puisi dan dengar nama-nama penyair Indonesia yang terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar dan W.S Rendra kan? Mungkin beberapa dari




lo





juga sudah pernah nih menulis karya puisi




lo





sendiri. Biasanya, kalau sudah menulis puisi sendiri, tantangan selanjutnya adalah pembacaan puisi tersebut. Nah, biasanya pertanyaan yang muncul adalah “Bagaimana cara membaca puisi yang baik?” Untuk bisa menjawab pertanyaan ini kita perlu tahu dulu nih apa saja teknik membaca puisi yang bisa kita terapkan. Di artikel ini,




gue




akan dengan senang hati memberikan informasi terkait hal tersebut. Yuk, simak artikel ini!



Puisi



Sebelum kita membahas teknik membaca puisi, sepertinya ada baiknya kalau kita mereview sedikit tentang apa itu puisi nih. Untuk memulai, coba deh teman-teman baca puisi singkat tentang cinta yang berjudul




Aku Ingin





ciptaan Sapardi Djoko Damono dibawah ini.

Setelah membaca puisi diatas, pasti




lo





ikut merasakan suasana romantis yang diciptakan oleh penyair kan? Kok bisa ya? Nah, hal itu berkaitan dengan arti puisi itu sendiri Sobat. Menurut Pradopo (2002), puisi adalah sebuah karya tulis yang disusun secara berirama untuk mengekspresikan pemikiran seseorang yang dapat mebangkitkan perasaan sekaligus imajinasi panca indera pembacanya. Jadi, wajar kalau




lo




ikut merasakan perasaan yang dicurahkan penyair di dalam suatu karya tulisnya karena kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut bisa membangkitkan imajinasi




lo





juga.

Kalau Sobat Zenius ingin bisa menulis puisi yang bikin pembacanya sampai terbawa perasaan,




lo




bisa juga nih baca artikel Zenius lainnya yang berjudul


5 Tips Menulis Puisi yang Baik – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10



atau


Struktur Puisi, Unsur, Ciri dan Contohnya! – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

.

www.unsplash.com by Tamarcus Brown
(Foto: www.unsplash.com by Tamarcus Brown)

Nah, puisi yang telah ditulis oleh seorang penyair, biasanya akan dibacakan Sobat. Kalau membaca dalam hati saja sudah bisa mengaduk-aduk perasaan kita, bagaimana kalau puisi itu dibacakan dengan lantang dan penuh penghayatan? Pasti makin terasa berlipat-lipat deh gregetnya. Tapi




lo





tahu ngga sih kalau membaca puisi itu ada tekniknya supaya makna puisi yang dibacakan dapat benar-benar ditangkap oleh pendengar? Biar nggak penasaran, yuk kita langsung bahas apa saja teknik membaca puisi yang perlu kita ketahui!



Teknik Membaca Puisi



Mengetahui


teknik membaca puisi



penting sekali karena tanpa teknik yang benar mungkin




lo





akan kesulitan untuk menyampaikan makna sekaligus perasaan yang ada dalam sebuah puisi. Apa saja sih teknik membaca puisi itu? Menurut Utami, S., Sugiarti, Sutoro, & Sosa, A. (2008), terdapat tiga hal yang berkaitan dengan teknik membaca puisi yang perlu kita perhatikan yaitu interpretasi atau penafsiran, teknik vokal dan penampilan. Yuk, kita bahas satu persatu!

Baca Juga:  Tombol Yang Digunakan Untuk Menjalankan Sebuah Perintah Disebut



Interpretasi



Teknik membaca puisi yang pertama berkaitan dengan kemampuan interpretasi puisi. Yang dimaksud dengan interpretasi adalah kemampuan




lo





dalam menafsirkan atau mengartikan kata, simbol, atau lambang yang digunakan oleh penyair di dalam puisinya. Interpretasi yang tepat itu sangat penting bahkan mungkin merupakan kunci keberhasilan dalam pembacaan suatu puisi lho Sobat. Pasalnya, jika kita gagal memahami arti atau pesan yang disampaikan dalam puisi, pasti sangat mempengaruhi teknik membaca puisi yang lainnya dari segi vokal dan penampilan.

Contohnya nih, pernah nggak sih




lo





membaca suatu puisi, lalu




lo





kesulitan mengartikannya karena kata-kata yang digunakan itu asing buta




lo?




Contohnya seperti penggunaan kata “sedan” dalam penggalan puisi yang berjudul




Ibuku Dahulu




karya Amir Hamzah dibawah ini nih.

Ibuku Dahulu karya Amir Hamzah

Kalau




lo





belum mengetahui apa arti kata “sedan” yang digunakan dalam pada puisi di atas, pasti




lo





akan bertanya-tanya apa maksudnya? Atau kalau




lo




anak mobil, mungkin




lo





akan langsung terbayang jenis mobil sedan seperti gambar dibawah ini.

Mobil Sedan (Foto: www.unsplash.com by Waqas Sultan)
Mobil Sedan (Foto: www.unsplash.com by Waqas Sultan)

Tapi masak iya artinya menahan sebuah mobil? Pasti bukan ya Sobat. Terus apa dong artinya? Arti kata “sedan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah isak atau suara tangis yang tertahan-tahan. Nah, sekarang jadi lebih nyambung kan. Dengan




lo





mengetahui bahwa sosok ibu yang sedih hingga menahan tangis diceritakan dalam puisi itu, pasti akan mempengaruhi cara penyampaian




lo





dari segi ekspresi, gerakan tubuh, dan intonasi




lo



.

Lalu bagaimana kalau nggak tau artinya sama sekali? Tenang,




lo





bisa tengok artinya di KBBI, atau bisa juga coba




search




di




Google




ya Sobat. Jika disediakan,




lo





juga bisa memperhatikan gambar atau ilustrasi yang disediakan oleh penyair untuk mempermudah penafsiran makna puisinya.

Selain memahami arti tiap katanya,




lo





juga harus bisa menafsirkan puisinya secara keseluruhan. Nah, hal ini mungkin sulit ketika




lo





bertemu dengan puisi baru yang menggunakan gaya bahasa dan penulisan yang




lo





nggak familiar. Menurut Edward Hirsch (2007), seorang penyair, penulis sekaligus profesor di




Wayne State University





dan




University of Houston,




salah satu hal yang perlu




lo





lakukan adalah mencoba untuk membaca puisi itu beberapa kali kata demi kata untuk mendapatkan pemahaman lebih tentang puisi yang




lo




baca. Kalu




lo




sudah berfasil menafsirkan atau memahami makna dari puisinya,




lo





bisa lanjut ke teknik membaca puisi berikutnya, yaitu teknik vokal.



Teknik Vokal



Teknik membaca puisi yang kedua ini berkaitan dengan bagaimana kejelasan suara yang baik dalam membaca puisi. Untuk memastikan bahwa suara yang kita hasilkan saat membaca puisi itu baik, jelas dan membantu penyampaian makna atau penafsiran terhadap puisi itu kepada




audience



, ada beberapa hal yang perlu




lo





perhatikan.

  1. Intonasi
    Menurut  Foy Ario (2020), intonasi adalah keras lembutnya pengucapan suatu kata yang mempengaruhi ketepatan penyajian puisi.
    Lo

    juga bisa menyatakan bahwa tinggi rendahnya nada dalam membaca puisi disebut intonasi. Supaya Sobat Zenius bisa memiliki intonasi yang baik, Sobat harus terlebih dahulu menemukan kata-kata yang dianggap penting yang lalu diberikan penekanan dalam pengucapannya. Penekanan kata-kata yang penting ini disebut juga tekanan dinamik. Selain penekanan kata,




    lo




    juga harus menentukan cepat lambatnya pengucapan suatu kata yang disebut dengan tekanan tempo.
  2. Jeda
    Sobat pasti menyadari kalau puisi pada umumnya disusun dalam bentuk baris atau larik. Nah, kesalahan yang sering dibuat dalam teknik membaca puisi adalah memberikan jeda pada setiap pergantian barisnya. Tunggu, jeda itu apa sih Sobat? Yak benar, pemberhentian sesaat dalam membaca puisi disebut jeda. Pemberian jeda pada setiap barisnya dapat menimbulkan efek terputus-putus dan membuat pendengar sulit untuk memahami atau menikmati pembacaan puisi
    lo. Satu hal yang paling mudah dilakukan adalah mengikuti tanda baca yang ada di dalam puisi.




    Lo




    bisa memberikan penjedaan singkat jika menemui tanda koma (,) dan penjedaan lebih lama pada tanda titik (.). Contoh nya seperti pada penggalan puisi




    Sajak Matahari




    karya W. S. Rendra di bawah ini.

    kutipan puisi Sajak Matahari karya W. S. Rendra

  3. Artikulasi
    Artikulasi merupakan kejelasan suara dari pengucapan setiap kata yang ada dalam sebuah puisi. Sobat bisa mulai dari kejelasan pengucapan huruf-huruf vokal seperti /a/, /i/, /u/, /e/, /o/. Pastikan bahwa Sobat benar-benar membuka dan membentuk mulut Sobat dengan benar dalam pengucapannya. Misalnya, ketika




    lo




    mengucapkan huruf /o/, maka mulut akan terbuka dan bibir membentuk lingkaran kecil. Lalu ketika mengucapkan huruf /a/, pastikan mulut dan bibir Sobat semua terbuka lebar ya. Dengan memperhatikan pengucapan setiap huruf yang ada,




    lo





    akan memiliki artikulasi yang baik juga.
  4. Pernafasan
    Teknik pernafasan yang benar penting supaya dalam membaca Sobat Zenius tidak kehabisan nafas. Kalau Sobat Zenius menonton video penjelasan tentang


    teknik membaca puisi



    yang ada di Zenius,




    lo





    akan mendapatkan tips untuk menggunakan nafas perut saat membaca puisi. Penggunaan nafas perut ditandai dengan alih-alih pundak yang terangkat naik, tetapi perut lah yang akan mengembang saat menarik nafas.





Performance

atau Penampilan




Teknik membaca puisi yang terakhir ini membahas terkait penampilan




lo



yang bisa dilihat oleh mata




audience





yaitu ekspresi dan bahasa tubuh. Pertama, ekspresi atau mimik wajah, seperti yang




lo




semua tau merupakan raut wajah yang menunjukan suatu emosi. Tentunya raut wajah kita ketika senang akan berbeda dengan raut wajah ketika marah atau sedih. Selanjutnya, bahasa tubuh artinya gerakan tubuh yang Sobat Zenius buat selama membacakan puisi. Contoh yang paling umum adalah gerakan mengepalkan tangan ke atas dengan tegas ketika ingin menunjukan semangat yang membara dalam sebuah puisi. Penggunaan ekspresi wajah dan bahasa ini penting untuk membantu menggambarkan atau menafsirkan isi puisi ini Sobat.

Foto W. S. Rendra Membacakan Puisinya (Foto: Kompas. com)
Foto W. S. Rendra Membacakan Puisinya Menerapkan Teknik Membaca Puisi (Foto: Kompas.com)

Selain menggunakan ekspresi dan bahasa tubuh. Pembaca puisi juga harus tenang ketika tampil di atas panggung. Tenang bukan berarti tidak bergerak ya Sobat, melainkan tidak menunjukan gerak tubuh yang grogi atau tidak menguasai panggung. Merasa




relax





saat membaca puisi sangat penting supaya penjiwaan terhadap puisi dapat mengalir. Pembaca puisi juga harus berani untuk membuat kontak mata dengan




audience





supaya mereka juga bisa turut merasakan emosi yang Sobat rasakan.



Contoh Puisi



Nah, karena Sobat sudah mendapatkan teknik membaca puisi dari artikel ini,




lo





bisa melatihnya deh. Di bawah ini




gue




sudah menyediakan beberapa contoh puisi yang bisa




lo




gunakan untuk berlatih.



Sajak Matahari












W. S. Rendra



Matahari bangkit dari sanubariku.






Menyentuh permukaan samodra raya.






Matahari keluar dari mulutku,






menjadi pelangi di cakrawala.



Wajahmu keluar dari jidatku,






wahai kamu, wanita miskin!






kakimu terbenam di dalam lumpur.






Kamu harapkan beras seperempat gantang,






dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!



Satu juta lelaki gundul






keluar dari hutan belantara,






tubuh mereka terbalut lumpur






dan kepala mereka berkilatan






memantulkan cahaya matahari.






Mata mereka menyala






tubuh mereka menjadi bara






dan mereka membakar dunia.



Matahari adalah cakra jingga






yang dilepas tangan Sang Krishna.






Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,






ya, umat manusia!



Guru –




Kahlil Gibran



Barang siapa mau menjadi guru






Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri






Sebelum mengajar orang lain






Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan






Sebelum mengajar dengan kata-kata






Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri






Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri






Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan






Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain






Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain



Bintang –




Chairil Anwar



Aku mencintai kelasmu






Kamu membantuku ‘tuk melihat






Bahwa untuk hidup bahagia






Belajar adalah kuncinya






Kamu perhatian dan pandai






Kamu memahami muridmu






Kamu guru terbaik yang pernah ada






Aku tahu itu dari awal kita bertemu






Aku memperhatikan kata-katamu






Kata-kata dari seorang guru sejati






Kamu lebih dari teladan terbaik






Sebagai guru, kamu adalah bintang

Penutup

Gimana Sobat? Sudah lebih tau tentang teknik membaca puisi kan? Kalau dirangkum secara luas, terdapat tiga hal yang perlu




lo




perhatikan yaitu penafsiran isi puisi, penggunaan vokal, dan penggunaan ekspresi dan bahasa tubuh yang baik dalam pembacaan puisi. Kalian bisa mengaplikasikan teknik-teknik tersebut supaya bisa membaca puisi dengan baik ya. Terakhir, kata orang sih kunci dari keberhasilan adalah berlatih Sobat, jadi semangat untuk berlatih membaca puisi dengan baik ya!

Sekian dari




gue, see you in the next article!

Gerak Anggota Tubuh Saat Membaca Puisi Disebut

Sumber: https://info.unbrick.id/gerak-anggota-tubuh-saat-membaca-puisi-disebut/