Gerakan Mabadi Khaira Ummah Bertujuan Membentuk Masyarakat

Posted on

Gerakan Mabadi Khaira Ummah Bertujuan Membentuk Masyarakat



Pengertian Mabadi’u Khaira Ummah

Nahdlatul Ulama (NU)  merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H pertepatan tanggal 31 Januari 1926 M oleh para Kiai pengasuh pesantren. Tujuan didirikan nya NU diantaranya adalah memelihara,  melestarikan,  mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah yang menganut pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Maliki,  Imam Syafi’i dan Imam Hambali;  mempersatukan langkah para ulama dan pengikut pengikutnya;  dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.

Ahlusunnah wal Jama’ah memiliki prinsip, hakikat tujuan hidup adalah tercapainya keseimbangan kepentingan dunia dan akhirat,  dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Untuk mewujudkan dan mengamalkan ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah tersebut, setiap anggota NU harus terpanggil unyuk menjadikan dirinya sebagai pelaksana dan pelaku tugas pembawa dan penyebar misi organisasi sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya masing masing. Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar merupakan dua sendi yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai tujuan hidup, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kendala utama yang menghambat kemampuan umat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan menegakkan agama adalah karena kemiskinan dan kelemahan dibidang ekonomi. Kelemahan ekonomi ini bermula dari lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Gerakan pengembangan dan penguatan ekonomi di NU terus digiatkan, mengingat dengan upaya ini NU berkembang secara mandiri. Ada beberapa prinsip ajaran Islam yang perlu ditanamkan kepada warga NU agar bermental kuat dan berkarakter sebagai modal perbaikan sosial ekonomi yang disebut Mabadi’u Khaira Ummah.


Tujuan dan Isi Mabadi’u Khaira Ummah

Baca Juga:  Sebutkan 4 Gerakan Menahan Bola Dengan Telapak Kaki

Mabadi’u Khaira Ummah merupakan gerakan untuk membangun etika sosial dan moral ekonomi. Dicetuskankali pertama pada Muktamar NU tahun ١٩٣٩ di Magelang oleh KH. Machfud Shiddiq (w. ١٣٦٤ H/ ١٩٤٤ M), yang di kenal dengan istilah Mabadi’u Khaira Ummah as-Salasah (trisila mabadi). Trisila mabadi tersebut antara lain al-shidqu, al-wafa bi al-‘ahd/al-amanah, ta’awun. Istilah khaira ummah diambil dari QS. Ali Imran (3):110 yakni:

كُنْتُمْ خَيْرَأُمَّةِأُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعٰرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْ مِنُؤْنَ بِاللّٰهِ. وَلَوْأَمَنَ أَهْلُ الْكِتَبِ لكَانَ خَيْرَ الَهُمُ ، مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَأَكْثُرُهُمُ الفٰسِقُوْنَ (١١٠)

Menurut ayat tersebut berisi perintah kepada umat Islam agar ada diantaranya suatu golongan yang mengkhususkan diri untuk berdakwah. Menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat munkar, yaitu segala perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya, serta bertentangan pula dengan kemaslahatan umat manusia. Sesuai perkembangan jaman dan kemajuan ekonomi, kemudian dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Lampung tahun 1992, Mabadi’u Khaira Ummah As-Salasah dikembangkan menjadi Mabadi’u Khaira Ummah al-Khamsah (pancasila mabadi) dengan menambahkan ‘adalah dan istiqamah. Bahkan menurut KH. Achmad Shiddiq (w. 1411 H/1991 M)  dalam negara yang berdasarkan pancasila, maka mabadi ini digunakan sebagai serana pengembangan masyarakat Pancasila, yaitu masyarakat sosialis yang religius yang dicita-citakan oleh NU dan oleh negara.

Kaum Nahdliyin hampir mayoritas berasal dari kalangan masyarakat agragis, kini harus berhadapan dengan perkembangan dunia industri yang sangat pesat. Otomatis keahlian dan kemandirian kaum Nahdliyin di sektor agraris harus siap dan akrap dengan industrialisasi, modernisasi, komersialisasi,  dan manajerialisasi produk-produk agraria. Dengan terjadinya perubahan itu,  NU setidaknya membutuhkan suatu penguasaan baru dalam masalah ekonomi. Perubahan ini bukan dimaksudkan untuk mengubah pola hidup masyarakat, melainkan meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat NU di berbagai bidang. Seringkali moral ekonomi diabaikan dalam kenyataan, semua masyarakat menghendaki adanya etika sosial dan moral ekonomi. Prinsip moral yang melandasi keseluruhan relasi sosial terutama dalam bidang ekonomi itulah yang di kehendaki oleh Mabadi’u Khaira Ummah.

Baca Juga:  Pada Saat Melakukan Tolakan Untuk Gerakan Smash Posisi Lutut

Gerakan Mabadi Khaira Ummah Bertujuan Membentuk Masyarakat

Sumber: https://blog.munzillinih.id/2022/01/pengertian-tujuan-dan-isi-mabadiu-khaira-ummah.html