Ide Produk Teknologi Transportasi Dan Logistik

Posted on

Ide Produk Teknologi Transportasi Dan Logistik

Perancangan Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Proses perancangan produk diawali dengan identifikasi komplikasi, pencarian ide solusi, dilanjutkan dengan pembuatan bagan atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dikembangkan nienjadi produk perkomplotan yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi dan proses produksi. Produksi yakni membuat produk hasil rekayasa sehingga siap dijual.

Identifikasi Komplikasi

Perancangan dagangan bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan, internal kejadian ini persoalan transportasi dan logistik. Proses perancangan diawali dengan mengenali permasalahan transportasi ataupun logistik yang ada di sekeliling kita. Salah satu transendental masalah transportasi sederhana yaitu :

  • Konsumen membeli 4 biji zakar jus buah dalam gelas plastik dan akan membawanya ke rumah. Bagaimana agar konsumen dapat mengangkut dengan nyaman dan sari buah biji pelir dalam kaca tidak tumpah?
  • Sebuah usaha katering harus membawa 100 biji zakar piring makan dan 100 pasang spatula garpu lakukan sebuah pesta kebun maupun pesta di lapangan rumput. Bagaimana agar piring-piring dapat dibawa dengan aman ke lokasi pesta nan tidak memungkinkan dijangkau mobil?
  • Panenjamur pada rakjamur nan tersusun vertikal membutuhkan a lat sokong bawa yang memudahkan petambak mengapalkan dan menyimpan hasil penuaian yang melindungi dari resiko fasad.

Mengejar Solusi dengan Curah Pendapat

Langkah selanjutnya merupakan mencari ide sebagai solusi berusul masalah tersebut. Cara nan dapat dilakukan ialah melintasi siram pendapat (brainstorming) yang dilakukan dalam kelompok. Plong proses brainstorming ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga cak bagi munculnya ide-ide yang tidak masuk akal bulus sekalipun.Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam sketsa. Pokok sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada ingatan merembah keseleo, setiap orang berhak mengkhususkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh menerimakan ide yang yaitu perkembangan mulai sejak ide sebelumnya, dan jangan lupa mengingat-ingat setiap ide yang muncul. Ide meliputi bentuk dan ukuran palagan maupun bekas barang, sumber tenaga dan kendali yang digunakan, sistem mekanik yang dapat digunakan dan lain-lain. (bagan ide sketsa untuk penyakit gelas jus, piring katering, panen janiur).

Contoh sketsa ide cak bagi produk pengarak gelas jus.
Contoh sketsa ide untuk pembawa piring dengan kereta.
Contoh sketsa ide lakukan pemandu piring dengan kereta.
Contoh sketsa ide untuk pembawa dengan tenaga manusia.
 Contoh sketsa ide bikin pembawa dengan tenaga bani adam.
Contoh sketsa ide untuk keranjang panen jamur.
Konseptual sketsa ide untuk keranjang panen jamur.

Rasionalisasi

Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan pertimbangan-pertimbangan teknis, di antaranya bagaimana cara menggunakan produk terse but, apakah bah an dan teknik yang ada sudah tepat kerjakan mewujudkannya? Apakah memungkinkan kerjakan diproduksi dengan teknik produksi yang ada masa ini? Bagaimana rasio dan matra yang sesuai kerjakan produk tersebut agar mudah digunakan oleh manusia? Dan pertanyaan-soal lainnya.

Baca Juga:  Contoh Artikel Lingkungan Beserta Fakta Dan Opini

Perhatikan sketsa-sketsa yang telah dibuat. Pilih ide-ide yang dianggap baik dan potensial buat memecahkan masalah transportasi atau logistik. Kembangkan ide-ide ini dengan rasional, dan tuangkan ke dalam sketsa­sketsa selanjutnya.

Contoh sketsa pembawa gelas jus setelah pengembangan secara rasional
Contoh sketsa pembawa gelas sari buah setelah pengembangan secara rasional
Contoh sketsa pembawa gelas jus dengan cara bawanya
Contoh sketsa pengusung kaca jus dengan cara bawanya
Contoh salah satu sketsa ide pembawa peralatan makan setelah pengembangan secara rasional
Contoh riuk suatu sketsa ide pembawa peralatan bersantap setelah peluasan secara makul
Contoh salah satu sketsa ide berbeda untuk fungsi yang sama sebagai pembawa peralatan makan.
Pola salah satu sketsa ide berlainan untuk fungsi yang sebanding sebagai pembawa peralatan makan.
Contoh sketsa rak untuk panen jamur.
Contoh sketsa rak untuk panen jamur.

Prototyping atau Membuat Penyelidikan Teladan

Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah dimensi dua dimensi. Artinya, hanya digambarkan pada bidang melelapkan. Komoditas teknologi transportasi dan logistik yang akan dibuat yakni berbentuk tiga format. Maka, eksplorasi bentuk selanjutnya dilakukan privat format tiga dimensi yaitu dengan eksplorasi hipotetis. Pengkajian model bisa dilakukan dengan material sepatutnya ada ataupun bukan material sepatutnya ada. Material senyatanya yakni material yang akan digunakan pada dagangan teknologi yang akan dibuat. Radas bantu yang boleh digunakan intern pembuatan studi model yakni gunting, cutter, lem, selotip (alat pemotong dan bahan lem).

Penentuan Desain Akhir

Penetapan desain akhir boleh dilakukan melangkaui diskusi atau evaluasi. Proses evaluasi menghasilkan umpan pesong nan berarti dalam menentukan desain penghabisan yang terpilih.

Produksi Produk Teknologi Transportasl dan Logistik

Kegiatan produksi diawali dengan ancang produksi. Awalan produksi boleh berupa pembuatan kerangka teknik (gambar kerja), maupun gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi kriteria untuk kebutuhan pembelian bahan. Produksi produk pengusung gelas jus terbuat dari satu benang kertas karton nan dipotong dan dilipat, membutuhkan konseptual untuk membentuk dan membolongi kartonnya sebagai barometer produksi. Alat bantu pemindahan piring dan transportasi bisa terbuat dari beberapa mangsa misalnya pipa besi, papan kayu, lawai. Makanya karena itu, dibutuhkan lembaga teknik bikin kriteria produksi.

Tangga produksi secara awam terbagi atas pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing. Tahap pembahanan yaitu mempersiapkan bahan ataupun material agar siap dibentuk. Pada pembuatan produk pembawa beling sari buah dengan objek daluang dus, pembahanan adalah menggambarkan pola lega karton dan memotongnya berdasarkan pola. Penempatan eksemplar puas setiap kenur karton harus mempertimbangkan daya guna objek. Plong produksi dalam jumlah abnormal, penyederhanaan dapat dilakukan dengan gunting maupun cutter dengan teliti agar kemas. Pad a produksi dalam kuantitas osean, pemotongan bisa dilakukan dengan pemanfaatan cutting punch, yaitu pemotong yang sudah berbentuk arketipe. Cutting punch untuk pemotong daluang rata-rata terbuat dari piringan hitam ferum.

Baca Juga:  Orang Yang Ahli Dalam Menciptakan Dan Mengubah Gerak Tari Disebut
Contoh Pola Kertas
Lengkap Pola Kertas

Lega pembuatan alat bantu pemindah piring dan transportasi dengan bahan pipa besi, papan kayu, tali dan enggak-enggak, pembahanan yang dilakukan di antaranya adalah mengamalkan pemotongan dan penghalusan papan agar siap dibentuk serta pemotongan pipa seharusnya sesuai dengan kebutuhan produksi.
Tahapan proses pembahanan dilanjutkan dengan proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bagan dagangan nan akan dibuat. Material kertas dibentuk dengan prinsip dilipat. Kayu, aur dan rotan lainnya dapat dibentuk dengan cara dipotong atau di pa hat. Pemotongan target dibuat sesuai dengan tulangtulangan yang direncanakan. Penyederhanaan dan pemahatan juga rata-rata digunakan bikin membuat sambungan bahan, sebagaimana menyambungkan penggaris-belebas tiang atau dua jenazah bambu. Pembentukan ferum dan rotan, selain dengan pemotongan, dapat memperalat teknik penyerongan. Pembentukan metal juga dapat menunggangi teknik las. Besi lempengan bisa dibentuk dengan cara pengetokan.

Tahap berikutnya adalah perakitan dan finishing. Sebuah produk sreg umumnya terdiri berusul beberapa bagian, misalnya fragmen rangka, bagian dinding dan roda.Perakitan adalah menggabungkan bagian-penggalan dari sebuah produk. Perakitan dapat memanfaatkan bahan pendukung cak bagi penguat seperti mana lem, paku, benang, tali atau teknik sambungan tertentu. Tahap buncit adalah finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum komoditas tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa eufemisme dan/ataupun pelapisan latar. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kusen dengan arnplas alias ki menenangkan amarah perekat yang tersisa sreg permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan sepatutnya barang nan dibuat makin awet dan lebih menarik.
Kecepatan produksi juga ditentukan oleh cara kerja nan memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Upaya menjaga kebugaran dan keselamatan kerja mengelepai sreg bulan-bulanan, perabot dan proses produksi yang digunakan, lega proses produksi. Proses pembahanan dan pembentukan material solid seringkali menghasilkan pungkur potongan atau duli yang dapat mencacati penggalan tubuh pekerjanya. Maka, dibutuhkan alat keselamatan kerja nyata kaca alat penglihatan melindung dan topeng antidebu. Proses pembahanan dan finishing apabila menggunakan bahan kimia yang bisa berbahaya lakukan kulit dan asimilasi, pelaku harus menggunakan sarung tangan dan topeng dengan penyaring bikin bahan ilmu pisah. Sela in radas keselamatan kerja, yang tak kalah penting adalah sikap kerja yang rapi, lever-lever, teliti dan pena uh konsentrasi. Sikap tersebut akan membantu kebugaran dan keselamatan kerja.

Baca Juga:  Islam Masuk Pada Abad 11 Dibuktikan Dengan Adanya Penemuan

Selongsong Produk Transportasi dan Logistik

Kemasan bagi komoditas teknologi berfungsi untuk melindungi barang kerusakan serta menerimakan kemudahan membawa dari lokasi produksi hingga mengaras konsumen. Bungkusan juga berfungsi lakukan membukit daya tarik, dan seumpama identitas maupun brand dari produk tersebut. Faedah kemasan didukung oleh penyaringan material, bentuk, warna, pustaka dan grafis yang tepat. Material yang digunakan lakukan takhlik pak beragam bergantung bersumber barang nan akan dikemas. Prociuk yang mudah rusak harus menggunakan kemasan yang n kepunyaan material bersistem. Pemilahan material juga disesuaikan dengan identitas atau brand dari produk tersebut. Buku tarik dan identitas, selain ditampilkan oleh material kemasan, juga dapat ditampilkan melalui bentuk, warna, bacaan dan grafis. Penyediaan dapat dilengkapi dengan label yang memberikan informasi teknis maupun memperkuat identitas atau brand.

Kemasan produk rekayasa berfungsi melindungi produk dari debu dan pungkur serta memberikan kemudahan revolusi. Kemasan yang melekat sreg produk disebut perumpamaan bungkusan primer. Kemasan sekunder ampuh beberapa kemasan primer yang sakti produk. Kemasan bikin distribusi disebut kemasan tersier. Kemasan primer produk melindungi produk bermula cak bertubrukan dan berak serta berfungsi memajukan kancing tarik dari produk serta memberikan kemudahan untuk distribusi dari panggung produksi ke tempat penjualan. Penjagaan bisa diperoleh dari paket tersier yang membuat cangkang bineka bergantung dari produk yang akan dikemas. Kemasan produk mudah-mudahan memberikan identitas alias brand dari produk tersebut alias dari produsennya.

Material kemasan bikin mencagar dari kotoran dapat faktual lembaran kertas atau plastik. Tidak semua produk membutuhkan paket primer, tetapi setiap produk membutuhkan identitas. ldentitas bisa berupa stiker alias selubung kardus yang berisi tera dan keterangan. Pada barang fungsional dibutuhkan wara-wara cara pemanfaatan produk. Kabar enggak yarg dibutuhkan lakukan peredaran yakni simbol yang berstandar internasional bagi penanganan kemasan sirkuit.

Bahan karton korigated gelombang (kiri) dan kardus (kanan) untuk kemasan distribusi.
Bahan karton korigated gelombang (kiri) dan kardus (kanan) buat kemasan revolusi.
Selotip untuk kemasan distribusi (kiri) dan dispenser selotip (kanan)
Selotip untuk kemasan distribusi (kiri) dan dispenser selotip (kanan)
Simbol-simbol yang dipasang pada kemasan distribusi.
 Simbol-simbol yang dipasang pada kemasan arus.

Ide Produk Teknologi Transportasi Dan Logistik

Sumber: https://asriportal.com/contoh-ide-produk-teknologi-transportasi-dan-logistik/