Jelaskan Pengertian Latar Atau Setting Dalam Sebuah Cerita

Posted on

Jelaskan Pengertian Latar Atau Setting Dalam Sebuah Cerita

contoh teks anekdot

Kita mungkin pernah mendengar kata “anekdot” dan juga masih kebingungan tentang teks anekdot. Teks anekdot merupakan suatu cerita yang menarik serta lucu. Teks menggambarkan tentang suatu kejadian atau peristiwa yang sebenarnya. Sedangkan pada dasarnya, tujuan dibuatnya teks anekdot yaitu untuk menghibur karena didalamnya terkandung humor. Akan tetapi, isi dari cerita teks anekdot mengungkapkan kebenaran tentang seseorang maupun kejadian yang bersifat mengkritik atau menyindir. Bisa saja sindiran tersebut menyinggung masalah sosial, politik, pendidikan dan lingkungan. Yang perlu kita ketahui dalam teks anekdot, bahwa teks anekdot tidak hanya berisi tentang cerita lucu tetapi juga cerita yang terkandung amanat, pesan moral, dan ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

Jika berbicara tentang masalah di media sosial, banyak orang yang mencurahkan isi hati, kesibukan, kritik dan saran baik untuk diri sendiri maupun pihak tertentu. Teks anekdot ini, bisa kita jadikan salah satu pilihan untuk mengekspresikan kritikan dengan bahasa yang berisi tetapi terkesan lucu, tidak membuat penerima tersinggung, apalagi hingga menciptakan suasana tegang.

Pengertian Teks Anekdot

Dalam pengertian teks anekdot dapat kita lihat dari etimologi ataupun secara terminologi.

Jika secara etimologi

Anekdot secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, “an” dan “ekdote”. An artinya tidak dan ekdote artinya penampilan, publikasi. Jadi dapat dikatakan jika anekdot sebagai sesuatu yang tidak ditampakkan atau dipublikasikan. Hal ini, karena anekdot fungsinya bukan hanya untuk menghibur pembaca semata, tetapi lebih menekankan pemberian pesan secara tersirat atau tersembunyi bagi pembaca dan pendengar.

Menurut sejarah, penggunaan anekdot sudah ada sejak zaman dahulu. Mengkritik atas ketidaksesuaian dengan tidak disampaikan dengan cara frontal. Akan tetapi penyampaiannya diakukan dengan cara candaan – candaan. Cara ini menjadi langkah yang tepat dalam menyampaikan sindiran dan kritikan kepada pihak lain.

Secara terminologi

Pengertian teks anekdot secara terminologi adalah teks yang menampilkan cerita pendek dan lucu dengan pesan tersirat di dalamnya. Anekdot pada umumnya, merupakan cerita yang dibuat serta diangkat dari kisah manusia dan kehidupannya. Sehingga cerita anekdot yang dibuat lebih sering mengangkat tema kondisi sosial dan kehidupan masyarakat. Maka Dengan begitu, teks anekdot dapat kita pahami serta memanfaatkannya sebagai sarana untuk tujuan menyampaikan kritik, tetapi tidak secara kasar dan menyakiti.

Struktur Teks Anekdot

Setelah kita mengetahui dan memahami dari pengertian teks anekdot, maka hal yang harus diketahui selanjutnya adalah memahami struktur teks anekdot tersebut. Berikut ini, merupakan unsur – unsur wajib yang harus ada pada teks anekdot, antara lain :

Abstraksi

Terkadang kita hanya mengetahui bahwa abstrak hanya terdapat pada esai atau artikel ilmiah saja untuk mempermudah pembaca. Ternyata meskipun teks anekdot cukup singkat, tetapi juga terdapat abstrak sama halnya terletak di awal paragraph.

Pengenalan

Jika dalam bahasa ilmiah, bagian pengenalan disebut dengan orientasi serta berisi latar belakang sekaligus alasan peristiwa penting dalam alur cerita bisa bermula.

Krisis anekdot

Dalam karya sastra mempunyai titik konflik, sedangkan teks anekdot memiliki krisis. Krisis yang terdapat pada anekdot berisi tentang pokok masalah utama yang memiliki keunikan tersendiri sehingga mampu menarik untuk diperhatikan lebih lanjut.  Krisis ini bisa saja peristiwa yang dialami oleh penulis sendiri bisa juga kejadian di sekitar.

Reaksi krisis

Jika teks anekdot krisis sudah terjadi, maka akan ada reaksi yang diberikan sebagai timbal baliknya. Bisa saja reaksi ini ada sebagai pelengkap pencarian solusi terhadap permasalahan yang ada di dalam teks tersebut, tetapi tetap terasa lucu.

Koda anekdot

Koda anekdot merupakan sebuah penutup dari rangkaian cerita anekdot yang ditampilkan atau didengar.

Baca Juga:  Perbedaan Ka Lokal Dan Jarak Jauh

Ciri – Ciri Teks Anekdot

Teks anekdot juga mempunyai ciri-ciri atau karakteristik. Berikut ini beberapa karakteristik anekdot, antara lain :

  • Bersifat humor atau lelucon
  • Terkadang memuat hal yang berhubungan mengenai orang penting
  • Memiliki tujuan tertentu
  • Bersifat menyindir
  • Kisah yang dimuat hampir menyamai dongeng
  • Mengisahkan karakter hewan dan manusia yang sering terhubung secara umum dan realistis
  • Mirip perumpamaan
  • Figurnya
  • Punya moral

Cara Membuat Teks Anekdot

Untuk membuat sebuah teks anekdot memang tidak bisa sembarangan. Ada terdapat beberapa hal yang harus ada dalam cerita tersebut. Berikut ini cara membuat teks anekdot yang baik, antara lain :

Judul

Judul merupakan bagian utama dari sebuah teks anekdot. Pilihlah judul yang menarik para pembaca atau pendengar.

Referensi

Teks Anekdot mempunyai kemiripan dengan karya tulis ilmiah seperti referensi. Akan tetapi, referensi dari teks anekdot tidak harus berupa buku atau jurnal layaknya karya tulis ilmiah. Melainkan, referensi yang bisa kita dapatkan dari menjalin percakapan dengan target untuk mendapatkan pengalaman lucu atau unik.

Amanat

Sebelum pembuatan, kita harus bisa mengetahui dan menentukan pesan moral sebuah anekdot. Jangan sampai anekdot Anda hanya berisi nilai lucun, tanpa terselip amanat.

Kelucuan

Anekdot tidak hanya terdapat unsur amanat, namun harus ada juga unsur humor.

Tujuan Teks Anekdot

Seperti kita mengetahui berbagai jenis teks, tentunya mempunyai tujuan. Begitu juga dengan teks anekdot. Teks anekdot mempunyai tujuan untuk ditujukan kepada pembaca dalam setiap kisah cerita yang ditulis. Tujuan – tujuan di dalam teks anekdot tersebut, antara lain :

  • Untuk membuat pembaca tertawa
  • Berfungsi sebagai sarana penghibur.
  • Anekdot ditulis sebagai sarana pengkritik.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan yang harus diterapkan. Hal ini, yang membedakan teks anekdot dengan teks – teks lainnya. Kaidah – kaidah kebahasaan itu, diantaranya:

  • Ada memakai kata keterangan waktu yang telah lampau
  • Terdapat kata penghubung
  • Pada teks terdapat penggunaan kata kerja
  • Ada urutan peristiwa yang sesuai dengan waktu
  • Menggunakan jenis pertanyaan yang tidak perlu dijawab

Jenis – Jenis Teks Anekdot

Teks anekdote dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis mulai dari berdasarkan sifat peristiwanya yang dibagi menjadi anekdot nonfiksi dan anekdot fiksi. berdasarkan tokohnya, anekdot dibagi menjadi tiga yaitu anekdot tokoh terkenal, anekdot sufi, dan anekdot binatang. Sedangkan berdasarkan tujuannya anekdote dibagi menjadi tiga yaitu anekdot kritik, anekdot nasihat dan anekdot hiburan

a. Anekdot Berdasarkan Sifat Peristiwa

Anekdote Nonfiksi

Anekdot nonfiksi yaitu teks anekdot yang berisi atau menceritakan tentang peristiwa nyata antara tokoh dengan latar belakang sebenarnya. Misalnya pengalaman lucu dalam kehidupan sehari – hari, dapat diceritakan kembali sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya

Anekdot Fiksi

Anekdot fiksi yaitu teks anekdot yang berisi atau menceritakan tentang kisah fiksi atau khayal. Dalam teks anekdot fiksi ini menggunakan tokoh rekaan dan latar rekaan. Akan tetapi, terdapat juga teks anekdot dengan tokoh yang asli, tetapi latar yang digunakan bersifat fiktif dan sebaliknya, terkadang terdapat latar yang asli, tetapi menggunakan tokoh yang digunakan bersifat fiktif.

b. Anekdot Berdasarkan Tokoh

Anekdot tokoh terkenal nonfiksi  yaitu teks anekdot yang dibuat dengan sumber dari kisah – kisah nyata dengan tokoh – tokoh terkenal, anekdot ini biasanya diceritakan sendiri oleh tokoh yang bersangkutan atau orang lain yang mengetahui kejadian yang sebenarnya.

  • Anekdot tokoh terkenal fiksi yaitu anekdot yang menceritakan tentang tokoh terkenal yang merupakan rekaan dari pengarangnya. tokoh yang ada di dalam cerita ini bisa diambil dari tokoh film, tokoh novel, bahkan tokoh dongeng
  • Anekdot sufi yaitu anekdot yang berisi tentang kisah – kisah sufi atau tokoh agama. Anekdot sufi menceritakan tentang pengalaman – pengalaman sehari – hari dari seorang sufi. Sedangkan sufi yang diceritakan dalam teks anekdot ini bersifat nonfiksi bisa juga fiksi.
  • Anekdot binatang yaitu teks anekdot yang isi dari ceritanya menggunakan tokoh seekor binatang. Tetapi, anekdot ini mengumpamakan binatang seperti layaknya manusia. dalam anekdot ini binatang bisa berbicara dan berfikir layaknya seperti manusia. Anekdot ini sering digunakan untuk menceritakan nilai – nilai dalam kehidupan. Tetapi, anekdot ini juga bisa berisi tentang mengkritik seseorang.
Baca Juga:  Sebut Dan Jelaskan 3 Macam Waqaf Jaiz

c. Anekdot Berdasarkan Tujuan

  • Anekdot kritik yaitu anekdot yang bertujuan untuk mengkritik seseorang atau suatu kelompok. Biasanya, anekdot kritik lebih sering digunakan untuk mengkritik pemerintah pada suatu negara. Bahkan, aneksdot kritik ini juga dapat ditujukan kepada siapapun.
  • Anekdot nasihat yaitu anekdot yang ditulis dengan tujuan menasehati. dalam anekdot nasihat ini terkandung beberapa nilai – nilai kehidupan
  • Anekdot hiburan yaitu anekdot yang bertujuan untuk menghibur banyak orang. Anekdot ini sering digunakan untuk sekedar bercanda. Anekdot hiburan juga biasa digunakan untuk menjalin keakraban antara pembicara dengan pendengar

Contoh Teks Anekdot

Contoh 1

“Tentang Jodoh”

Abstraksi

Pada suatu malam yang hening terdapat ibu dan anak laki – lakinya yang sudah dewasa, sedang menjalin sebuah percakapan.

Orientasi

Hal yang diperbincangkan tentang jodoh si anak laki – laki yang tak kunjung datang

Event

Mereka berbicara mengenai jodoh yang diinginkan anak lelakinya dengan panjang lebar. Sang ibu bertanya ‘’ Nak, kenapa kamu tidak juga mencari jodoh, padahal umurmu sudah melebihi cukup? Jujur ibu sudah ingin menimang cucu’’. ‘’Apakan sudah ada calon atau belum ada calon? ‘’ jika belum bagaimana kriteria calon yang kau idam-idamkan?’’.

Krisis

Si anak menjawab, ‘’dari dulu saya dekat dengan beberapa wanita cantik bu, tetapi mereka hanya mengincar harta dan fisik saya, saya jadi trauma dengan yang namanya wanita bu. Saya tidak bisa dengan para wanita dengan sifat seperti itu bu, saya mohon maaf bu karena saat ini belum bisa membahagiakan ibu,’’ jika boleh berikan saya waktu untuk mencari jodoh selama sebulan’’. ‘’Tetapi ibu harus menerima jodoh saya nanti dan tidak memandang fisik, materi dan lainnya, ‘’pinta sang anak dengan nada memohon kepada sang ibu.

Reaksi

‘’Baiklah ibu menerima semua persyaratan yang kamu lontarkan, ibu cukup senang sekali karena kamu cepet tanggap dengan keinginan ibu, ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu agar rumah ini tidak lagi sepi,’’ jawab sang ibu dengan nada menggebu-gebu.

Koda

Setelah sebulan dalam masa pencarian jodoh, akhirnya sang anak mendapatkan jodoh yang sesuai dengan pilihannya. ‘’ bu ini jodoh saya sambil mengenalkannya kepada sang ibunya.’’ Si ibu sangat kaget dengan jodoh yang dibawa anaknya itu, lalu sang ibu bertanya “lalu siapa tiga anak tersebut ?’’ tanya si ibu.

Dengan perasaan heran, karena melihat jodoh yang dibawah anaknya yang seumuran dengan dirinya. ‘’ Iya bu ini jodoh yang saya pilih  namanya safitri, dia janda dengan 3 anak, bukannya ibu sendiri yang bilang ingin cepet – cepat menimang cucu?’’ ibu bisa menimang cucu malah 3 sekaligus dengan begitu rumah kita bisa rame seperti yang ibu harapkan, bukan ?. ‘’

Re-orientasi

Setelah mendengar penjelasan anaknya, sang ibu mendadak pingsan.

Contoh 2

“Sekolah Bertarif Internasional”

Pada suatu hari yang cerah di salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, seorang guru memberikan pengumuman kepada seluruh siswanya.

Guru: “Anak-anak, Alhamdulillah, kita menerima kabar gembira. Sebentar lagi sekolah kita ini akan resmi menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Nah, untuk menyambut hari bahagia tersebut, apa saja yang akan kalian siapkan? Coba Satriabajahitam, apa yang akan kamu persiapkan untuk hari bahagia tersebut?”

Baca Juga:  Peristiwa Penting Dalam Teks Tersebut Terletak Pada Kalimat Ke

Satriabajahitam: “Bahasa Inggris, bu! Ya, saya ingin belajar bahasa Inggris lebih baik.”

Guru: “Tepat sekali Satriabajahitam. Kamu, oncoman, apa yang akan kamu persiapkan untuk hari bahagia tersebut?”

Oncoman: “saya menyiapkan uang, bu!”

Mendengar jawaban tersebut, sang guru kebingungan. Kemudian guru tersebut melanjutkan pertanyaan kepada Oncoman.

Guru: “Lho, kenapa kok uang, oncoman coba jelaskan?”

Oncoman: “Ya jelas, bu. Jika sekolah kitajadi Sekolah Bertaraf Internasional, pasti bayarnya akan lebih mahal, kan? Tidak mungkin tetap seperti saat ini.”

Guru: “Loh, kamu kok begitu oncoman? Begini, Sekolah Bertaraf Internasional itu berarti sekolah kita setara dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri.”

Oncoman: “Tetapi jika menurut saya, SBI ini bukan Sekolah Bertaraf Internasional, lebih tepatnya Sekolah Bertarif Internasional!”

Mendengar jawaban Oncoman yang sangat kritis tersebut, sang guru hanya bisa terdiam. Mungkin dalam hati kecilnya mengiyakan. Agar situasi menjadi normal, sang guru mengalihkan pembicaraan menjadi materi pelajaran.

Struktur teks anekdot

Abstraksi:

Pada suatu hari yang cerah di salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

Orientasi:

Seorang guru memberikan pengumuman kepada seluruh siswanya.

Krisis:

Jawaban Oncoman kepada guru tersebut, “itu sudah jelas, bu. Jika sekolah kitajadi Sekolah Bertaraf Internasional, pasti bayarnya akan lebih mahal, kan? Tidak mungkin tetap seperti saat ini.”

Reaksi:

Mendengar jawaban Oncoman yang sangat kritis tersebut, sang guru hanya bisa terdiam. Mungkin dalam hati kecilnya mengiyakan.

Koda:

Agar situasi menjadi normal, sang guru mengalihkan pembicaraan menjadi materi pelajaran.

Pesan moral

Sekolah zaman sekarang, lebih kepada gengsi dan biaya yang mahal

Contoh 3

“Dengan Uang Habis Perkara”

Abstraksi

Ada seorang dosen dari Fakultas Hukum sedang memberikan mata kuliah hukum pidana.

Orientasi

Pada saat dosen tersebut sedang memberikan pengantar mata kuliah hukum pidana, tiba-tiba Ahmad bertanya.

Ahmad: “Maaf pak mau nanya, apakah kepanjangan dari KUHP?.”

Krisis

Mendapatkan pertanyaan tersebut, bapak dosen tidak langsung menjawab, melainkan dilempar kepada Dino.

Bapak Dosen: “Saudara Dino, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ahmad”

Dengan santai Dino menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara pak!”, Jawabnya.

Mahasiswa lain dalam satu kelas langsung tertawa mendengarnya. Sementara bapak Dosen masih geleng – geleng kepala sambil memberikan pertanyaan kepada Dino.

Bapak Dosen: “Coba saudara Dino, jelaskan darimana anda bisa menjawab seperti itu?!”.

Dengan tenangnya Dino Menjawab pertanyaan bapak dosen, dari peribahasa jawa pak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik pak!.

Reaksi

Sontak semua mahasiswa dalam satu ruangan tercengang dan saling memandang satu dengan lainnya. Baru kemudian mereka mulai tertawa keras.

Koda

Perlahan gelak tawa mahasiswa mulai reda dan kelas pun kembali normal lalu mata kuliah pun dilanjutkan dengan tenang.

Pesan moral

Zaman sekarang, terkadang apapun persoalannya dapat diseleseikan dengan uang

Demikianlah yang dapat dijelaskan tentang “Teks Anekdot”. Apabila ada kekurangan ataupun kesalahan, kami selaku pustakapengetahuan.com mengucapkan mohon maaf yang sebesar – besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang sifatnya membangun artikel ini, dimasa yang akan datang. Terima kasih sudah mengunjungi pustakapengetahuan.com dan semoga bermanfaat.

Jelaskan Pengertian Latar Atau Setting Dalam Sebuah Cerita

Sumber: https://www.pustakapengetahuan.com/2022/09/teks-anekdot-beserta-contoh.html