Kata Kerja Bahasa Jepang Golongan 1 2 3 Pdf

Posted on

Kata Kerja Bahasa Jepang Golongan 1 2 3 Pdf


Introduksi

Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang memiliki konjugasi kata kerja(perubahan bentuk kata kerja).

Perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Indonesia terjadi pada awalan atau akhiran kata kerja seperti me- , di- , ter-, -kan, dan lain-lain untuk membentuk berbagai variasi kalimat kata kerja. Sama halnya, kata kerja dalam bahasa Jepang juga mengalami perubahan bentuk, dan variasinya lebih banyak lagi daripada bahasa Indonesia.

Contents

  • 1.
    Hataraki-masu (bekerja) terdiri dari “Hataraku + masu”
  • 2.
    Empat Belas Jenis Kata Kerja dalam Tiga Golongan
    • 2.1.
      Jenis Kata Kerja
    • 2.2.
      1. Kelompok I
    • 2.3.
      2. Kelompok II
    • 2.4.
      3. Kelompok Irregular (Kelompok III)
    • 2.5.
      Konjugasi Kata Kerja

Hataraki-masu (bekerja) terdiri dari “Hataraku + masu”

Kemarin kita sudah belajar kata kerja yang berakhiran
“-masu (positif/non-lampau/halus)”, “-masen (negatif/non-lampau/halus)”, “-mashita (positif/lampau/halus)”, dan “-masen deshita (negatif/lampau/halus)”
seperti hataraki-masu (bekerja), hataraki-masen (tidak bekerja), hataraki-mashita (bekerja pd masa lampau), dan hataraki-masen-deshita (tidak bekerja pd masa lampau). Sebenarnya, kata kerja “hataraki-masu” itu sudah mengalami perubahan bentuk dari kata kerja dasar untuk “bekerja” dalam bahasa Jepang. Pola kalimat “hataraki-masu” terdiri dari dua unsur, yaitu kata kerja dasar “hataraku” + kata kerja bantu “masu”. Perubahan bentuk dari “hataraku” ke “hataraki-masu” terjadi saat “hataraku” digabungkan dengan “masu”. Selain itu, kata kerja dasar “hataraku” diubah menjadi berbagai bentuk sesuai setiap pola kalimat seperti contoh di bawah.


Contoh

“Hataraku” +
mashoo
(ajakan) → “hataraki”-mashoo
(mari kita bekerja).
*Bentuk ini (“hataraki”) disebut sebagai “bentuk Masu

“Hataraku” +
kudasai
(permintaan) → “hataraite”-kudasai
(tolong bekerja)
*Bentuk ini (“hataraite”) disebut sebagai “bentuk Te

Baca Juga:  Alasan Negara-negara Asean Melakukan Kerja Sama Di Bidang Politik Adalah

“Hataraku” +
nakereba nari-masen(keharusan) → “hataraka”-nakereba nari-masen
(harus bekerja)
*Bentuk ini (hataraka”) disebut sebagai “bentuk Nai

Lalu, kata kerja dasar itu seperti apa? Bahasa Jepang memiliki konjugasi yg bagaimana? Kuy 🙂

Empat Belas Jenis Kata Kerja dalam Tiga Golongan

Sebelumnya, kita harus mengenal 14 jenis kata kerja dalam 3 golongan dulu. Empat belas jenis kata kerja tersebut sangat penting karena jenis-jenis kata kerja inilah mewakili seluruh kata kerja dalam bahasa Jepang, dan konjugasi (perubahan bentuk) kata kerja terjadi sesuai dengan 14 jenis kata kerja dalam 3 golongan tersebut. Penjelasan yg lebih detail sebagai berikut di bawah.

Jenis Kata Kerja

Kata kerja dalam bahasa Jepang dapat dibagi ke dalam 3 golongan, yaitu kelompok I, kelompok II, dan irregular (kelompok III) sesuai dengan “akhiran” kata kerja. Tiga kelompok tersebut dapat dibagi lagi ke dalam 14 jenis wakil.

1. Kelompok I

Kelompok I terdiri dari kata kerja yang berakhiran sepuluh jenis bunyi, yaitu 1. “vokal
(a, i, u, e, o)
+ u” (contoh: k
au
, hir
ou
, dll), 2. “aru”, 3. “uru”, 4. “oru”, 5. “tsu”, 6. “ku”, 7. “su”, 8. “bu”, 9. “mu”, dan 10. “gu”. Kira-kira 70 % dari seluruh kata kerja dalam bahasa Jepang terdiri dari kelompok I.

Contoh kata kerja 1-10 dalam kelompok I

1. -vokal (a, i, u, e, o) + u

kau(membeli),
au(bertemu), arau(mencuci), narau(belajar), utau(menyanyi), harau(membayar),
iu(berkata), dll

2. -aru

suwaru(duduk),
aru(berada), owaru(berakhir), naru(menjadi), wakaru(mengerti), dll

Baca Juga:  Contoh Soal Uts Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 2

3. -uru

uru(menjual), tsukuru(membuat), okuru(mengirim), utsuru(pindah), dll

4. -oru

noru(naik), noboru(mendaki), tooru(melewati), toru(mengambil), dll

5. -tsu

matsu(menunggu), tatsu(berdiri), motsu(memiliki), katsu(menang), dll

6. -ku

kiku(mendengar), kaku(menulis), aruku(berjalan), hataraku(bekerja), iku(pergi),

dll

7. -su

hanasu(berbicara), sagasu(mencari), kasu(meminjamkan), kaesu(mengembalikan), dll

8. -bu

asobu(bermain), erabu(memilih), hakobu(membawa), tobu(terbang), yobu(memanggil), dll

9. -mu

yomu(membaca), nomu(minum), yasumu(beristirahat), sumu(tinggal), dll

10. -gu

oyogu(berenang), isogu(bergegas), kagu(mencium), kogu(mendayung)

Daftar Kata Kerja Kelompok I yang Lengkap

Level N5  ➡
KLIK

Level N4  ➡
KLIK

2. Kelompok II

Kelompok II terdiri dari kata kerja yang berakhiran dua jenis bunyi, yaitu “iru” dan “eru”. Kira-kira 30 % dari seluruh kata kerja dalam bahasa Jepang terdiri dari kelompok II.

Contoh kata kerja Kelompok II

11. iru

miru(melihat), okiru(bangun tidur), dekiru(bisa),
iru(berada), sugiru(melewati), oriru(turun), dll

12. eru

taberu(makan), neru(tidur), kotaeru(menjawab), oshieru(mengajar), wasureru(lupa), dll

★Pengecualian

Terdapat juga beberapa kata kerja yang memiliki akhiran “iru” atau “eru” tetapi tergolong ke dalam kelompok I. Jumlah kata kerja tersebut terbatas. Anda dapat menghafalkan semua.

★Contoh kata kerja Kelompok I yang memiliki akhiran “iru” atau “eru”.

hairu(masuk), hashiru(lari), shiru(mengetahui),
iru(butuh), kiru(memotong), kaeru(pulang), shaberu(mengobrol), keru(menendang), dll.

Baca Juga:  Contoh Percakapan 3 Orang Tentang Kerja Kelompok

Daftar Kata Kerja Kelompok II yang Lengkap

Level N5  ➡
KLIK

Level N4  ➡
KLIK

3. Kelompok Irregular (Kelompok III)

Kelompok irregular (kelompok III) terdiri dari dua kata kerja saja, yaitu
13. “kuru(datang)” dan
14. “suru (melakukan)”. Konjugasi kedua kata kerja tersebut terjadi di luar aturan dari kelompok I dan II. Namun, kelompok ini hanya terdapat “kuru” dan “suru”, sehingga mudah dikuasai dan dipahami.

Daftar Kata Kerja Kelompok III yang Lengkap

Level N5  ➡
KLIK

Level N4  ➡
KLIK

Konjugasi Kata Kerja

Oke, selanjutnya kita akan membahas bagaimana caranya untuk membentuk setiap konjugasi (perubahan bentuk) kata kerja pada setiap jenis kata kerja yang sudah dijelaskan di atas. →KLIK
pd link di bawah.