Perhitungan Harga Jual Produk Kerajinan Untuk Pasar Lokal

Posted on

Perhitungan Harga Jual Produk Kerajinan Untuk Pasar Lokal

Pada dasarnya hukum ekonomi telah menjelaskan terdapat antara suatu hubungan bahwa setiap ketersediaan barang di pasar (supply) dengan permintaan pembeli (demand). pada titik temu antara permintaan tersebut dan pengadaan adalah suatu penetapan harga jual produk.

Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan menurunkan harga barang tersebut. Sebaliknya, ketersediaan barang yang lebih rendah daripada permintaan pembeli, akan menyebabkan harga barang tersebut menjadi tinggi. Produk kerajinan yang memanfatkan keterampilan tangan. dalam proses pengerjaan produk kerajinan tersebut membutuhkan waktu yang begitu lama. Industri kerajinan hanya mampu menghasilkan jumlah barang yang sangat terbatas dalam rentang waktu tertentu.

Berbeda dengan industri manufaktur yang mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dan banyak dalam waktu yang singkat. Hal tersebut memberikan peluang produk kerajinan dengan keunikannya untuk memasuki pasar sebagai produk dengan jumlah terbatas debgab sebutan limited edition/limited product. Produk yang unik dengan jumlah terbatas dapat memiliki harga jual yang sangat tinggi. Peluang kerajinan untuk menjadi produk dengan harga yang tinggi, harus dipastikan dengan melakukan riset pasar terhadap minat dan selera pembeli. Hasil riset pasar akan mendasari proses perancangan produk kerajinan yang inovatif.

Rancangan produk terwujud melalui kegiatan wirausaha dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan juga pendanaan. Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan istilah 6 M, meliputi Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar).

Man (manusia) dan SDM (Sumber Daya Manusia), saat ini biasa disebut juga dengan Man Power (tenaga manusia) atau Mind Power (daya pikir), adalah orang atau orang yang terlibat dalam kewirausahaan. Salah satu faktor dari keberhasilan wirausaha adalah keberhasilan pengelolaan sumber daya yang terlibat dalam setiap proses yang terjadi dalam usaha tersebut.

Manajemen sumber daya manusia juga mencakup manajemen dengan ide-ide inovatif yang dapat bermanfaat, baik untuk pertumbuhan produk maupun untuk perusahaan secara umum.

Uang dapat diartikan sebagai dana yang menjadi modal dalam usaha, peredaran dana melalui pengeluaran dan pendapatan yang terjadi dalam usaha.

Kemampuan dalam mengelola sumber dana, termasuk kemampuan dalam mengelola keuntungan yang akan diperoleh untuk mengembangkan usaha tersebut menjadi aset yang lebih besar Kemampuan pengusaha mengelola produksi secara efektif dan efisien dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi kontraktor. Market merupakan pasar acuan dari produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan.Pengetahuan tentang pasar acuan merupakan salah satu kunci penting keberhasilan suatu perusahaan.Kewirausahaan berkembang berdasarkan kebutuhan dan keinginan pasar, sehingga peluang penyerapan pasar produk lebih besar Riset pasar juga bertujuan untuk mengidentifikasi pesaing di pasar Posisi suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya harus diketahui wirausahawan memenangkan persaingan, mempengaruhi desain produk yang akan dilakukan dan mengambil keputusan untuk menentukan harga jual produk.

Dalam pelaksanaan kewirausahaan diawali dengan penyediaan sumber daya manusia yang akan menjadi motor penggerak kegiatan kewirausahaan. Sebelumnya digunakan dengan istilah kekuatan manusia atau man power. Namun, saat ini sumber daya manusia lebih dikenal dengan istilah mental power atau daya pikir, pikiran manusia lebih berharga daripada energi fisik. beberapa bisnis mungkin sekarang digantikan oleh mesin dan robot, tetapi ide-ide kreatif dan inovatif hanya datang dari manusia sebagai makhluk Tuhan.Ide kreatif dan inovatif adalah mesin ekonomi saat ini.

Dalam peradaban, dunia telah melewati empat gelombang. Dalam gelombang pertama perekonomian, pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian: gelombang ini dikenal sebagai gelombang ekonomi pertanian.Revolusi industri dan perkembangan mesin membuka babak baru dalam perekonomian. Industri manufaktur muncul dan menghasilkan produk massal. Produk industri massal telah menjadi mesin utama perekonomian. Gelombang ini disebut gelombang ekonomi industri. Gelombang berikutnya muncul sebagai hasil inovasi teknologi informasi.Dalam gelombang ini, industri kreatif menjadi penggerak utama.

Industri yang termasuk dalam industri kreatif dikelompokkan menjadi 14 subsektor: meliputi arsitektur, desain, fashion, kerajinan, penerbitan dan percetakan, televisi dan radio, musik, bioskop, video dan fotografi, periklanan, layanan dan perangkat lunak komputer, pasar dan barang konsumsi. , seni pertunjukan, penelitian dan pengembangan serta permainan interaktif Subsektor kerajinan merupakan penyumbang utama pendapatan dan lapangan kerja pemerintah.

Penyediaan sumber daya manusia termasuk dalam tahap awal yaitu persiapan organisasi Kegiatan usaha dapat dibagi menjadi tiga tahap: tahap pertama persiapan organisasi dan perencanaan produksi.Kegiatan kewirausahaan memerlukan kerjasama dari beberapa pihak, baik internal maupun eksternal organisasi. Hubungan baik harus dijaga antara kontraktor dan pemasok bahan baku, pekerja dan pembeli. Hubungan yang baik dapat dibangun dengan rasa percaya dan saling menghormati. Kerjasama yang baik juga didukung dengan pembagian tugas yang adil dan sesuai dengan keahlian masing-masing.Dalam produk kerajinan, kegiatan wirausaha, peran dan tanggung jawab akan dibagi.Kompetensi, kerjasama dan tanggung jawab setiap anggota organisasi merupakan kunci keberhasilan kegiatan wirausaha.

Kegiatan terdiri dari pembentukan organisasi dan penetapan tugas dan tanggung jawab, dilanjutkan dengan perencanaan produksi Perencanaan produksi harus dimulai dengan riset pasar, pengembangan desain dan penentuan produk yang akan dijual Perencanaan produksi meliputi perolehan bahan baku, penyiapan bahan dan alat , dan perhitungan biaya produksi. Tahap pertama ini disebut juga dengan tahap penelitian dan pengembangan atau biasa disebut dengan penelitian dan pengembangan. Tahap kedua dimulai dari produksi hingga penjualan. kelompok pengusaha menghasilkan perdagangan untuk pasar lokal dengan target produksi sejalan dengan perencanaan, dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan tujuan penjualan.Proses evaluasi dapat menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Treats), termasuk menyoroti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari produk kerajinan yang telah dihasilkan. , proses produksi, proses pemasaran dan distribusi serta pasar sasaran.

Perencanaan Usaha Kerajinan untuk Pasar Lokal

Tergantung pada ruang lingkupnya, pasar dapat dibagi menjadi pasar lokal, pasar nasional dan pasar global atau pasar internasional Pasar lokal dapat dipahami sebagai pasar yang terbatas pada lingkungan atau area yang sama dengan tempat produksi, dengan segmentasi Marlet. Segmentasi pasar sasaran dapat dibedakan secara geografis atau geografis, demografis (usia, jenis kelamin, bangsa dan suku, profesi, tingkat ekonomi) dan psikografis (karakter kelas sosial, gaya hidup dan kepribadian).Target pasar yang berbeda memiliki kebutuhan, keinginan, selera, dan daya beli yang berbeda. Kebutuhan dan keinginan suatu daerah bisa berbeda dengan daerah lain. Kebutuhan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, misalnya daerah yang bersuhu rendah menyebabkan manusia membutuhkan penghangat ruangan. Pengondisiannya tinggi, misalnya, keahlian para penggemar. Kebutuhan juga dapat dipengaruhi oleh kegiatan, misalnya pengangkutan barang memerlukan orang untuk membawa peralatan.Kebutuhan akan suatu produk juga dapat didikte oleh kebiasaan atau budaya. Kebiasaan memberikan hadiah atau cinderamata kepada orang lain menimbulkan kebutuhan akan produk yang khas atau khas dari suatu daerah. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan kerajinan tangan. Selain kebutuhan, target pasar juga memiliki keinginan. Keinginan untuk memiliki suatu produk biasanya bermula dari gaya hidup dan selera.

Baca Juga:  Apa Yang Dimaksud Dengan Gaya Lokal

Pada prinsipnya pasar terjadi karena adanya permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual).Potensi pasar dapat diidentifikasi melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan permintaan dan pendekatan penawaran. Pendekatan sisi permintaan melibatkan identifikasi kebutuhan pasar sasaran, sedangkan pendekatan sisi penawaran bergantung pada kemampuan wirausahawan untuk menciptakan produk inovatif. Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pasar.

Perencanaan Usaha Kerajinan pada Pasar Lokal

Kebutuhan pasar lokal dapat diidentifikasi dengan mengamati pasar referensi. Misalnya, untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar sasaran siswa yang berolahraga ekstrakurikuler, dapat dilihat dari kebiasaannya. Siswa-siswa ini biasanya datang ke sekolah dengan membawa pakaian ganti dan perlengkapan olahraga, serta buku pelajaran dan perlengkapan sekolah, mereka membutuhkan tas untuk membawa materi ekstrakurikuler mereka. Bentuk, ukuran dan warna tas harus sesuai dengan selera masing-masing.Selain observasi, kita juga bisa mensurvei target pasar untuk mengetahui kebutuhan dan selera mereka.Pertanyaan yang bisa diajukan antara lain; Jenis tas apa yang mudah dan nyaman digunakan? Jenis tas apa yang mereka sukai? Kamu suka warna dan motif apa?

Ide mengembangkan produk kerajinan tangan untuk pasar lokal juga dapat dicapai dengan mengenali adat istiadat setempat, misalnya kebiasaan melepas sepatu saat masuk rumah, kebiasaan yang membuka peluang pengembangan produk rak di sepatu atau sepatu yang serasi. toko. di mana mereka diposisikan dan memfasilitasi penyimpanan dan pengambilan sepatu.Peluang lain dari kebiasaan ini adalah membuat sandal khusus dalam ruangan agar telapak kaki terlindung dari lantai yang dingin.

Sumber daya Material, teknik dan ide produk kerajinan

Sumber daya usaha yang dibutuhkan oleh pengusaha kerajinan adalah bahan baku atau bahan, teknik, alat dan keterampilan Kewirausahaan kerajinan untuk pasar lokal dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku, potensi dan keterampilan yang ada di daerah. Bahan baku tersebut dapat berupa bahan alam atau bahan buatan yang banyak terdapat di lingkungan sekitar. Bahan alam, seperti serat nanas, eceng gondok, tanah liat, kayu, rotan, bambu, kerang, dan tulang Bahan buatan, seperti kain, plastik, kaca, dan karet.Bahan baku atau bahan yang akan digunakan untuk menghasilkan kerajinan harus memiliki jumlah yang cukup agar produk yang dihasilkan memiliki standar bentuk dan kualitas yang sama.

Teknik pembuatan suatu produk tergantung pada bahannya Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan tangan antara lain teknik ukir, teknik sambungan, teknik menenun, dan teknik menjahit.

Data tentang pasar sasaran, potensi bahan baku, dan teknik yang terdapat di daerah sudah diketahui. Beberapa kebutuhan dari pasar sasaran sudah pernah diamati dan didiskusikan dalam kelompok. Hal-hal tersebut akan menjadi dasar bagi langkah selanjutnya, yaitu perancangan produk kerajinan untuk pasar lokal. Proses perancangan produk diawali dengan pencarian ide, dilanjutkan dengan pembuatan gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dikembangkan menjadi model dari kerajinan yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi. Produksi adalah membuat produk dalam jumlah tertentu sehingga siap menjadi komoditi yang akan dijual.

1. Mencari Ide Produk dengan Curah Pendapat

Pasar sasaran telah ditetapkan, demikian juga dengan jenis material dan teknik yang akan digunakan pada pembuatan produk kerajinan ini. Langkah selanjutnya adalah mencari ide produk apa yang tepat untuk pasar sasaran yang telah dipilih Cara yang dapat dilakukan adalah melalui curah pendapat (brainstorming) yang dilakukan dalam kelompok. Pada proses brainstorming, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun. Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam sketsa. Kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah. Setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul.

2. Rasionalisasi

Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan beberapa pertimbangan teknis, di antaranya, bagaimana cara menggunakan produk tersebut? Apakah material yang ada sudah tepat untuk mewujudkannya? Apakah memungkinkan untuk diproduksi dengan teknik produksi yang ada saat ini? Bagaimana proporsi dan ukuran yang sesuai untuk produk tersebut agar mudah digunakan oleh manusia? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

3. Prototyping atau Membuat Studi Model

Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah format dua dimensi, artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Produk kerajinan yang akan dibuat adalah berbentuk tiga dimensi, maka studi bentuk selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya. Material sebenarnya adalah material yang akan digunakan pada produksi kerajinan. Alat bantu yang dapat digunakan dalam pembuatan studi model adalah gunting, cutter, lem, selotip (alat pemotong dan bahan perekat).

4. Penentuan Desain Akhir

Studi model dapat menghasilkan 3 sampai 5 buah model. Penetapan desain akhir dapat dilakukan melalui diskusi atau evaluasi. Proses evaluasi menghasilkan umpan balik yang bermanfaat dalam menentukan desain akhir yang terpilih.

Produksi Kerajinan untuk Pasar Lokal

Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembentukan, perakitan, dan inishing. Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan baku agar siap diproduksi. Pada limbah berbahan alami, proses pembahanan penting untuk menghasilkan produk yang awet, tidak mudah rusak karena faktor cuaca dan mikroorganisme. Contohnya pada penggunaan material kulit jagung, proses pembahanan pada limbah kulit jagung harus dilakukan dengan tepat agar produk yang dihasilkan awet dan tahan dari mikroorganisme. Kulit jagung yang digunakan adalah bagian dalam. Pada proses ini kulit jagung bagian luar dipisahkan dengan kulit jagung bagian dalam. Lembaran-lembaran kulit jagung bagian dalam dikeringkan selama 2-3 hari. Kulit jagung yang sudah kering biasanya kusut dan tidak rata permukaannya. Apabila diperlukan bahan baku lembaran yang rata, kulit jagung dapat disetrika atau dipress dengan menggunakan panas. Kulit jagung yang sudah dikeringkan siap dibentuk menjadi produk hiasan. Pewarnaan kulit jagung dapat dilakukan pada tahap pembahanan ini.

Baca Juga:  Soal Uts Tema 2 Kelas 3

Pada bahan kulit jagung, perwarnaan dilakukan dengan merebus kulit yang sudah dikeringkan dengan pewarna tekstil. Setelah pewarnaan, kulit jagung dikeringkan dan kemudian siap dibentuk. Pembahanan pada limbah botol plastik terdiri atas proses pencucian botol dan melepaskan label yang melekat pada botol tersebut. Pembahanan pada tulang adalah proses perebusan, pembersihan dan pengeringan tulang, sehingga tulang siap memasuki fase pembentukan yaitu tahap pemotongan dengan bentuk yang diinginkan. Perwujudan bambu dilakukan dengan cara penjemuran dan perendaman agar bambu lebih kuat dan tahan lama.

bentuk dasar bahan dan bentuk produk yang akan dibuat. Secara umum bahan padat dapat dikelompokkan menjadi bahan padat dan tidak padat (lembaran dan serat).Bahan padat seperti logam, kaca, plastik atau kayu dapat dibentuk dengan cara dipotong, dipahat sampai bentuk yang diinginkan. Bahan padat juga dapat disusun dan direkatkan menggunakan lem. Bahan berupa lembaran atau serat dapat dibentuk dengan cara dipotong-potong menjadi bentuk yang diinginkan, dijalin atau dirangkai, dan direkatkan menggunakan lem. Tahap selanjutnya adalah perakitan dan finishing. Perakitan dilakukan jika produk yang diproduksi terdiri dari beberapa bagian.Perakitan dapat menggunakan bahan pendukung seperti lem, paku, kawat, senar, atau teknik penyambungan tertentu. Langkah terakhir yaitu finishing. Finishing merupakan salah satu langkah terakhir sebelum produk dimasukkan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa pengamplasan dan/atau pelapisan permukaan, termasuk pengamplasan permukaan kayu dengan amplas atau penghilangan lem yang tertinggal pada permukaan produk. Finishing juga dapat berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dihasilkan lebih awet dan estetis.

Metode produksi dan keselamatan kerja

Produksi dapat dilakukan dengan metode tradisional atau modern: dalam metode tradisional, satu orang melakukan setiap tahap produksi, sedangkan dalam metode modern satu orang hanya melakukan satu tahap produksi. Metode modern ini sering juga disebut dengan istilah metode ‘ban berjalan’. Metode modern disebut metode ban berjalan karena metode ini mirip dengan kegiatan produksi di pabrik yang menggunakan mesin ban berjalan atau conveyer. Penggunaan cara modern lebih efisien dalam penggunaan waktu, sehingga cocok untuk produksi dalam jumlah besar. Metode tradisional tidak cocok untuk produksi massal karena produk yang dihasilkan sulit diperoleh dalam bentuk standar yang sama. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam membuat produk, sehingga detail dari bentuk produk yang dibuat akan berbeda. metode dan pengaturan aliran produksi mempengaruhi kualitas produk dan konsistensi produksi.

Keteraturan produksi juga ditentukan dengan cara kerja yang memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja dilakukan sesuai dengan bahan, alat dan proses produksi yang digunakan bagian tubuh pekerja, perlengkapan keselamatan berupa kacamata dan masker diperlukan. Dalam proses manufaktur dan finishing, saat menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kulit dan pernapasan, pekerja harus menggunakan sarung tangan dan masker. Selain perangkat keselamatan, yang juga penting adalah pekerjaan yang tertib, cermat, tepat dan terkonsentrasi. Sikap ini akan meningkatkan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

Pengemasan sebagai elemen penting kerajinan untuk pasar lokal

Pengemasan sebagai elemen penting kerajinan untuk pasar lokal Pengemasan kerajinan berfungsi untuk melindungi produk dari guncangan dan kerusakan, cuaca buruk, serta untuk memudahkan pengangkutan. didukung oleh pemilihan bahan, bentuk, warna, teks dan grafik yang tepat. Bahan yang digunakan untuk membuat kemasan berbeda-beda tergantung dari produk yang akan dikemas. Produk kerajinan yang mudah rusak sebaiknya menggunakan kemasan yang memiliki bahan terstruktur. Kemasan yang bertujuan untuk menunjukkan keindahan produk di dalamnya dapat menggunakan bahan transparan. Pemilihan bahan juga disesuaikan dengan identitas maupun merek produk. Produk dekoratif yang ingin diakui sebagai produk alami juga akan menggunakan bahan kemasan alami. Identitas selain direpresentasikan oleh bahan kemasan juga dapat diekspresikan melalui bentuk, warna, teks dan grafik, kemasan dapat dilengkapi dengan label yang memberikan suatu informasi teknis atau memperkuat identitas atau merek. Pengemasan hasil kerajinan berfungsi untuk melindungi produk dari debu dan kotoran, serta untuk memudahkan dalam pendistribusiannya. kemasan primer adalah Kemasan yang melekat pada produk. Kemasan sekunder berisi dari beberapa kemasan primer yang berisi produk. Kemasan distribusi disebut kemasan tersier. Pengemasan produk utama melindungi produk dari guncangan dan kotoran dan berfungsi untuk menunjukkan daya tarik produk artisanal, serta untuk memudahkan distribusi dari tempat produksi ke titik penjualan. . Perlindungan dapat diperoleh dari kemasan tersier yang membuat kemasan berbeda, tergantung pada produk yang akan dikemas. Kemasan produk kerajinan harus memberikan identitas atau merek produk atau produsen. Bahan kemasan untuk perlindungan dari kotoran bisa berupa kertas atau lembaran plastik.Tidak semua produk kerajinan memerlukan kemasan primer, namun setiap produk membutuhkan identitas. Identitas tersebut dapat berupa stiker atau amplop karton yang berisi nama dan deskripsi, serta deskripsi jenis huruf yang sesuai dengan target audiens. Dalam produk fungsional, diperlukan informasi tentang cara penggunaan produk. cara penggunaan bisa ditulis atau diilustrasikan pada label.

Perhitungan harga jual produk kerajinan untuk pasar lokal

Harga jual produk ialah sejumlah harga yang akan dibebankan kepada konsumen / pembeli dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar produksi produk seperti distribusi dan promosi. yang harus dikeluarkan untuk produksi barang Unsur biaya Secara umum biaya overhead dibagi menjadi biaya overhead tetap, yaitu biaya overhead yang jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksi berubah dan biaya overhead variabel, atau overhead yang jumlahnya bervariasi. Secara proporsional Biaya yang termasuk dalam overhead adalah biaya listrik, bahan bakar minyak dan biaya lainnya yang dikeluarkan untuk menunjang proses produksi.Biaya pembelian bahan bakar minyak, bahan baku sabun pembersih, benang, jarum, lem dan bahan lainnya dapat dimasukkan ke dalam overhead, total biaya yang dikeluarkan adalah biaya produksi (HPP).

Baca Juga:  Apa Yg Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Ide Pokok Berdasarkan Gambar

Metode penghitungan harga pokok produksi dapat dilakukan menurut dua pendekatan: pendekatan pertama adalah biaya penuh dan pendekatan kedua adalah biaya variabel.

1. Biaya penuh (Full Costing)

Pendekatan biaya penuh mempertimbangkan semua elemen biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja produksi dan overhead (tetap dan variabel), serta biaya non-produksi, seperti biaya pemasaran, serta biaya umum dan biaya administrasi.

2. Biaya variabel (Variable Costing )

Pendekatan biaya variabel memisahkan perhitungan biaya produksi yang berlaku untuk biaya variabel dari biaya tetap.Biaya variabel termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja manufaktur dan overhead variabel, serta biaya pemasaran variabel dan overhead variabel. sejumlah produk. Penetapan harga jual produk diawali dengan penetapan HPP/unit dari setiap produk yang dihasilkan. HPP/unit adalah HPP dibagi jumlah produk yang akan dihasilkan. Misalnya, dalam suatu produksi dengan HPP Rp1.000.000,00 dihasilkan 100 produk, maka HPP/unitnya adalah Rp1.000.000,00 dibagi 100 yaitu Rp10.000.000. Harga jual adalah HPP ditambah keuntungan yang diinginkan. harga jual ditentukan dengan beberapa pertimbangan, yaitu harga jual harus sesuai dengan target pasar yang diharapkan, dengan memperhatikan harga jual pesaing dan tujuan pencapaian titik impas (BEP), serta jumlah keuntungan yang dihasilkan sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis.

Metode penetapan harga produk secara teoritis dapat diterapkan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu:

1. Pendekatan penawaran dan permintaan

Dari tingkat penawaran dan permintaan yang ada, harga keseimbangan ditentukan dengan mencari harga yang dapat dibayar konsumen dan harga yang diterima konsumen. produsen sehingga jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.

2. Pendekatan Berbasis Biaya

Penetapan harga dengan menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan oleh produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan, baik melalui penetapan harga mark-up maupun analisis titik impas.

3.Pendekatan Pasar

Merumuskan harga produk yang dipasarkan dengan menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan dan sosial budaya.

Bahan Promosi Kerajinan Untuk Pasar Lokal

Pengertian dan Jenis Promosi Kerajinan Untuk Pasar Lokal

Promosi adalah salah satu strategi pemasaran Strategi pemasaran produk menggunakan bauran produk, lokasi, harga dan strategi pemasaran promosi atau disebut juga 4P . Dalam studi sebelumnya, berbicara tentang produk dan harga. Keberhasilan sebuah produk di pasaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan harga yang tepat, tetapi juga oleh tempat penjualan dan promosi. Kegiatan dan media promosi bergantung pada pasar acuan yang menjadi sasaran promosi dan tempat penjualan produk. Promosi produk dapat dilakukan antara lain dengan melakukan kegiatan di tempat, promosi melalui poster atau iklan di media cetak, radio dan jejaring sosial.

Tujuan promosi adalah untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan untuk membujuk pembeli agar membeli produk tersebut.Promosi yang tepat akan dilacak oleh dengan empat formulir tanggapan pembeli potensial. Yang pertama adalah perhatian (attention) dari calon pembeli karena promosi yang layak didengar dan dilihat lebih besar dari promosi produk pesaing. Yang kedua adalah minat pembeli potensial Yang ketiga adalah keinginan (desire) pembeli potensial untuk memiliki produk Yang keempat adalah tindakan (tindakan) pembelian. Keempat bentuk respon tersebut dikenal dengan AIDA (Attention, Interest, Desire and Action).

Media promosi dapat dikelompokkan ke dalam promosi Above The Line dan Bellow The Line. Promosi Above The Line adalah promosi melalui iklan, misalnya iklan cetak, iklan radio, poster. Promosi Bellow the Line adalah promosi melalui kegiatan promosi, misalnya mengadakan peragaan busana untuk mempromosikan produk fesyen atau mengadakan kontes kreatif untuk mempromosikan produk alat gambar. Saat ini, dengan perkembangan komputasi, promosi juga dapat menikmati promosi secara online melalui situs web atau menggunakan media sosial.

Jenis bahan promosi ini dapat digunakan secara bersamaan sehingga saling melengkapi.Kerajinan merupakan produk yang menekankan pada unsur estetika, sehingga bahan promosi yang dipilih harus dapat menunjukkan tampilan produk. Sarana promosi juga dapat dipilih sesuai dengan target pasar produk, jika target pasar adalah anak muda, maka materi promosi yang dipilih harus merupakan sarana yang tepat, misalnya promosi berupa poster yang dipajang di baliho. tampilan di sekolah atau majalah remaja Promosi juga dipengaruhi oleh cara penjualan yang dipilih: jika penjualan produk melalui sistem pengiriman menitipkan produk ke koperasi sekolah, maka media promosi yang dapat dipilih harus mencakup informasi yang dihasilkan dalam koperasi , agar pengunjung koperasi dapat melihat barang-barang yang dijual disana Jika produk disimpan di salah satu toko yang berada di pasar, maka bahan promosi harus dipasang di pintu masuk pasar untuk menginformasikan keberadaan produk di salah satu toko. Promosi point-of-sale juga harus diperkuat dengan informasi yang disampaikan melalui media lain dan logo perusahaan, pemajangan sampel produk di etalase toko, penempatan iklan di surat kabar, majalah dan radio, pengiriman surat atau email dengan informasi produk, pemasangan iklan di luar gedung, misalnya di angkutan umum, dan membuat iklan atau gambar yang menarik di area penjualan untuk menarik calon pembeli agar membeli produk tersebut.

Sistem konsinyasi Penjualan kerajinan dalam pasar lokal

Penjualan konsinyasi adalah penjualan dengan menitipkan suatu produk kepada pihak lain untuk dijual dengan harga dan syarat penjualan yang disepakati antara pemilik produk dan penjual. Kontrak penyerahan memuat tentang hak dan kewajiban kepada kedua belah pihak. Keterangan yang harus dicantumkan dalam kontrak penyerahan adalah nama pemilik barang (pengirim), nama penanggung jawab barang (pengiriman), nama dan keterangan teknis barang yang disimpan, kondisi penjualan, ketentuan komisi (keuntungan yang akan ditarik dari toko).

Perhitungan Harga Jual Produk Kerajinan Untuk Pasar Lokal

Sumber: https://www.mulaimembaca.com/2022/04/pasar-lokal-wirausaha-kerajinan.html