Proses Pengolahan Dari Serat Menjadi Benang Disebut

Posted on

Proses Pengolahan Dari Serat Menjadi Benang Disebut

Industri tekstil mempergunakan bermacam-macam
serat tekstil, baik  serat-serat yang langsung diperoleh dari alam maupun serat-serat buatan untuk bahan bakunya. Sebagai bahan baku, serat tekstil memegang peranan yang sangat penting, karena sifat serat menentukan sifat bahan tekstil jadinya. Disamping itu proses pengolahan yang dilakukan pada serat tekstil harus didasarkan pula pada sifat-sifat seratnya. Pembuatan serat menjadi benang harus melalui serangkaian proses, diantaranya carding (penyikatan), combing (penyisiran), spinning (pemintalan), dan sizing (penganjian).

Carding (Penyikatan) Serat Tekstil

Serat alami biasanya bersumber dari bulu domba yang disebut fleece dan serat kapas. Sebagai bahan mentah, serat tersebut mungkin masih kotor karena tercampur aduk dengan helaian dan tangkai daun atau benda asing lainnya. Oleh sebab itu, serat tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, serat akan disikat guna menyingkirkan benda asing yang mungkin masih melekat, dan memisahkannya. Penyikatan juga berfungsi untuk memisahkan serat yang pendek dan serat yang panjang sehingga ketika dibentangkan secara paralel satu sama lain serat tersebut akan lebih rata.

Tujuan proses carding adalah memisahkan serat menjadi elemen tunggal dan menjajarkan serat sejajar mungkin satu sama lain. Proses carding sangat penting dalam tahap pemintalan karena akan mempengaruhi mutu hasil akhir.

Combing (Penyisiran) Serat Tekstil

Proses penyisiran melanjutkan langkah pembersihan dan penyortiran yang sudah dimulai dalam tahap penyikatan. Serat-serat tersebut diluruskan sehingga terbentang secara parallel (sejajar). Penyisiran sangat tergantung pada jenis kain yang akan dibuat dengan serat tersebut. Biasanya serat bermutu baik adalah yang berukuran lebih panjang dan bila disisir akan menghasilkan benang yang lebih halus dan rata. Untuk memperoleh hasil yang lebih halus dan rata, serat berserabut panjang tadi dapat disisir lebih dari sekali. Serat berserabut pendek yang dipisahkan pada tahap penyikatan biasanya tidak dibuang. Serat itu masih diolah menjadi benang, tetapi hasilnya tidak sehalus berserabut panjang.

Istilah disikat dan disisir dalam produk tekstil biasanya ditujukan untuk benang yang terbuat dari kapas. Benang hasil penyisiran serat beurukuran panjang lebih kuat dan menghasilkan kain lebih baik dan permukaanya lebih halus tetapi kuat, semuanya disisir. Jika akan digunakan untuk membuat kain wol, serat tersebut hanya disikat. Tetapi jika dipergunakan untuk membuat benang wol serat harus disikat dan disisir. Benang wol biasanya lebih pendek dan lebih halus dari pada benang wool yang tidak diluruskan dalam penyisiran. Jika benang tersebut telah menjadi kain wol, permukaannya umumnya lunak, seperti permukaan halus kain flannel dan tweed.

Sedangkan kain wol seperti kain gabardin, kain kepar atau kain krep tampak halus permukaannya namun terasa kaku.

Spinning (Pemintalan) Serat Tekstil

Selama proses pemintalan, serabut-serabut kapas dijalin untuk membentuk benang yang akan saling melekat, sehingga cukup kuat untuk memasuki tahapan selanjutnya, sebagai rangkaian proses pembuatan kain. Benang tersebut dapat dipilin ke kiri (simpul s) atau ke kanan (simpul z) atau arah pilinannya dapat berganti sesuai dengan jenis benang yang ingin dihasilkan. Jumlah pilinan biasanya diukur dengan jumlah putaran pada panjang yang ditentukan, biasanya satu inci.

Jika benang wol yang akan dirajut menjadi sebuah sweater halus, maka hanya diperlukan sedikit pilinan dibandingkan dengan benang wol worsted yang dirancang untuk menenun kain ketat dan kuat seperti gabardine atau kain kepar. Kain krep yang memiliki permukaan tidak teratur, dibuat dari benang yang dipilin dengan ketat. Permukaan kasar yang dihasilkan oleh kain krep tersebut disebabkan oleh pilinan yang ketat. Benang yang telah dipilin akan terlihat dari jumlah helaian yang telah dikombinasikan selama proses pemintalan. Sehelai benang terdiri dari beberapa serat yang telah terpilin dengan sendirinya. Sedangkan helaian benang terdiri dari dua helai benang atau lebih yang telah dipilin secara bersamaan. Benang bias juga dibuat dari serat buatan, biasanya diklasifikasikan sebagai benang monofilament dan multifilament (terbuat dari sejumlah filamen yang dipilih bersamaan). Pilihan benang bisanya lebih kokoh dan lebih kuat disbanding benang satuan.

Baca Juga:  Penyelesaian Dari X 3 X 1 Adalah

Pemintalan serat alam, khususnya serat kapas terdiri  dari proses cara tradisional dan mekanisasi/mesin.

Cara tradisional, meliputi proses penarikan serat kapas sedikit demi sedikit sambil diputar untuk memberikan ikatan antara serat hingga menjadi panjang tertentu sesuai kebutuhan, kemudian digulung pada tempatnya.

Cara mekanisasi/mesin, meliputi proses yang menggunakan  mesin sebagai berikut :

  • Blowing, adalah proses pembukaan biji kapas, kemudian dibersihkan, lalu dicampur dan hasilnya berupa lap.
  • Carding, adalah proses pembersihan penguraian serat, pemisahan serat yang panjang dengan serat yang pendek serta merubah bentuk lap menjadi sliver.
  • Drawing, adalah proses perangkapan, penarikan dan peregangan serat-serat dan membuat sliver yang lebih rata
  • Roving, adalah proses penarikan, pemberian putaran/twist, penggulungan dan hasilnya berupa roving.
  • Ring Spinning, adalah proses penarikan, pemberian putaran/twist, penggulungan dan hasilnya berupa benang
  • Winding, proses penggulungan benang menjadi bentuk gulungan yang lebih besar sambil menghilangkan bagian yang lemah dan tidak rata.

Pemintalan serat buatan, yang terbentuk dari polimer-polimer, baik yang berasal dari alam maupun buatan hasil proses kimia yang sederhana. Semua proses pembuatan serat buatan/sintetis dilakukan dengan menyemprotkan polimer yang terbentuk cairan melalui lubang-lubang kecil (spineret).

Sizing (Penganjian) Serat Tekstil

Menganji berbagai jenis benang merupakan pekerjaan yang sangat rumit, karena tidak semua serat mengggunakan sistem pengukuran yang sama. Pada benang pintal, jumlah ukuran, atau perhitungannya didasarkan pada berat dan panjang benang tersebut.

Penganjian sutra juga berdasarkan pada yard  gulungan benang. Benang wol (wool) menggunakan 300 yard sedangkan pengajian benang worsted berdasarkan pada gulungan 560 yard. Penganjian benang kapas dihitung berdasarkan jumlah gulungan yang panjangnya 840 yard. Pada benang filamen, ukurannya ditentukan oleh ukuran lubang-lubang pada spinneret dan juga jumlah larutan, yang dimasukkan melalui spinneret tersebut.

Penganjian benang lusi adalah proses paling penting dalam pertenunan karena hasilnya akan mempengaruhi effisiensi tenunan dan mutu hasilnya. Pemilinan bahan kanji yang sesuai juga penting. Pengajian lusi bertujuan untuk memperbaiki sifat tenunan, rupa, dan rabaan (handling), dan menimbang kain. Benang yang telah dikanji akan terikat bulu-bulu benangnya, mempertinggi kekuatan dan kekenyalan serta kelicinan permukaan benang yang akan mengalami gesekan pada waktu menenun serat tekstil.

Sebelum dijahit menjadi pakaian yang siap digunakan, kain harus melewati proses
teknik pembuatan benang
terlebih dahulu.

Sebelum terbentuk menjadi benang atau kain seperti yang sering kamu lihat, bahan tersebut berasal dari serat.

Serat adalah sebuah bahan baku yang digunakan untuk pembuatan sebuah benang yang perbandingan antara panjang dan antara diameternya berukuran sangat besar.

Serat memiliki pengaruh yang sangat penting pada benang atau kain. Hal ini karena serat dapat mempengaruhi karakter benang yang nantinya akan dihasilkan.

Jadi, jika kamu menemukan suatu kain yang sifatnya saling berbeda antara satu dengan lainnya, itu dikarenakan sifat seratnya juga berbeda. Serat sendiri terdiri dari jenis alami dan buatan.

Serat alami berarti sudah tersedia di alam dan manusia tinggal mengolahnya. Sedangkan jenis buatan artinya serat tersebut dibuat oleh tangan manusia dan selanjutnya diolah lagi menjadi benang maupun kain jadi.

Baca Juga:  Tugas Kelompok 3.1 Pkn Kelas 12

Saat ini juga sudah ada banyak sekali jenis kain yang sudah tersebar di berbagai tempat pasar tekstil. Salah satu diantaranya adalah jenis katun alias cotton.

Ada beberapa tahapan atau proses dalam
teknik pembuatan benang
yang berawal dari bahan baku berupa serat. Tahapan tersebut antara lain melibatkan proses penjeratan, pemintalan, penenunan, perawatan, hingga finishing.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai tahapan demi tahapan, alangkah baiknya kamu menyimak ulasan berikut ini.

Pemisahan Kapas dari Bijinya (Ginning)

https-//commons.wikimedia.org/wiki/File-Working_cotton_gin.jpg

Tahapan pertama dalam pembuatan benang dari serat yaitu penjeratan atau lebih dikenal dengan istilah ginning. Sebelum diolah, buah kapas terlebih dahulu harus dipanen dari pohonnya.

Cara memanen kapas dari pohonnya bisa dengan cara manual menggunakan tangan atau otomatis (dengan mesin). Panen manual bisa memisahkan kapas dari daunnya.

Pemanenan kapas yang akan digunakan untuk
teknik pembuatan benang
sendiri bisa dilakukan kurang lebih sekitar 6 hingga 7 bulan.

Setelah dipanen, selanjutnya buah atau bunga kapas tersebut akan dimasukkan ke dalam mesin khusus.

Mesin inilah yang akan memisahkan kapas dari polong serta bijinya.

Perlu kamu ketahui bahwa buah kapas memiliki biji dan polong di dalamnya yang harus dipisahkan. Karena kalau tidak dipisahkan akan menyulitkan dalam pengolahan berikutnya.

Setelah terpisah dari bijinya, kemudian serat kapas akan melalui proses pengeringan. Setelah itu kemudian ditampung pada wadah khusus lalu dibawa ke pabrik pengolahan tekstil.

Proses Pemintalan atau yang Biasa Disebut dengan Spinning

https-//commons.wikimedia.org/wiki/File-Slater_Mill_-_Spinning_Frame.jpg

Tahapan
teknik pembuatan benang
selanjutnya adalah pemintalan atau dikenal dengan istilah spinning. Buah kapas yang sebelumnya telah dikeringkan selanjutnya akan diproses ke dalam sebuah alat pemintal.

Alat pemintal sendiri ada yang tradisional dan modern. Untuk pembuatan kain tenun tradisional biasanya pemintalnya masih dilakukan secara tradisional pula.

Sedangkan produksi benang atau kain katun skala masif pada pabrik besar umumnya telah menggunakan bantuan mesin modern yang lebih canggih.


Pemintalan benang di pabrik tekstil biasanya memanfaatkan berbagai jenis serat dari buah kapas yang jenisnya berbeda-beda. Pemintalan dilakukan agar bola kapas dapat menyatu sehingga mudah diolah.

Berikutnya hasil olahan tersebut akan dilanjutkan ke mesin carding. Proses di mesin carding salah satu hal penting untuk menentukan kualitas kain yang nantinya dihasilkan.

Proses pada mesin ini hasilnya berupa serat benang berukuran tipis, selain itu juga berfungsi untuk membersihkan kapas.


Dengan adanya sebuah mesin ini, ketebalan sebuah benang juga bisa diatur sesuai dengan jenis kebutuhan yang sedang dibutuhkan.

Proses Penenunan Benang Menjadi Kain (Weaving)

https-//commons.wikimedia.org/wiki/File-Queen_Street_Mill_Warping_5369

Sesudah melewati proses di mesin carding, serat akan terbentuk menjadi benang dengan ketebalan berbeda-beda. Dengan demikian,
teknik pembuatan benang
tersebut bisa dilanjutkan lagi hingga menjadi lembaran kain yang siap untuk dijahit.

Proses ini dinamakan dengan istilah weaving atau penenunan yang merupakan tahapan utama mengubah benang menjadi kain.

Untuk membuat kain yang diinginkan harus menyiapkan benang-benang terlebih dahulu. Jenisnya disesuaikan dengan sifat maupun karakter kain yang akan dibuat.

Selain benang alami, pembuatan kain melalui proses weaving juga bisa dicampur dengan benang buatan. Campuran benang tersebut akan bisa untuk menentukan kadar persentase katun antara satu kain dengan dengan presentase kain yang lainnya.

Benang yang sudah disiapkan kemudian dianyam sedemikian rupa sehingga terbentuk menjadi lembaran anyaman kain. Proses penenunan sendiri bisa dilakukan secara tradisional maupun menggunakan mesin modern.

Tren kain nusantara yang saat ini sedang populer umumnya ditenun menggunakan alat sederhana dan tradisional.

Proses Perawatan Kain yang Telah Jadi (Treatment)

Pict by Pixabay

Setelah
teknik pembuatan benang
terpenuhi dan masuk ke proses pembuatan kain, berikutnya dilanjutkan ke tahapan perawatan alias treatment. Tahap ini harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas kain sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Baca Juga:  Pita Dna Yang Berfungsi Sebagai Pencetakan Rna Disebut

Saat penenunan, kemungkinan masih terdapat serat yang tidak tersortir sehingga harus diperiksa kembali.

Jenis perawatan yang diberikan misalnya penggosokan atau pembersihan di area-area tertentu pada kain.

Hal ini untuk menghindari ditemukannya bagian kain yang tidak sempurna sehingga mengurangi estetika pakaian saat sudah dijahit atau bahkan tidak dapat dipasarkan. Jika sampai terjadi tentunya akan merugikan produsen.

Proses perawatan ini juga berupa pemutihan atau mencerahkan warna agar terlihat semakin bagus. Beberapa pabrik juga ada yang memutihkan kapas sebelum ditenun. Selain itu, dilakukan pula pewarnaan dengan beragam teknik.

Produsen tekstil bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk memberikan warna pada kain. Selain jenis sebuah pewarna yang alami, bisa juga dengan menggunakan sebuah pewarna buatan.

Tahap Penyelesaian atau yang Biasa Disebut dengan Finishing

https://www.onlineclothingstudy.com/2019/03/finishing-processes-of-woolen-fabrics.html

Pabrik tekstil umumnya tidak berhenti hanya pada
teknik pembuatan benang
saja tetapi juga memproduksi berbagai jenis kain. Kain yang telah melalui proses penenunan dan perawatan tidak langsung bisa dipasarkan secara luas.

Tetapi harus dilakukan proses akhir yakni finishing. Tahapan ini berguna untuk memastikan kualitas kain.

Tidak hanya dalam pembuatan benang maupun kain, pada dasarnya dalam membuat benda apapun harus melalui tahap finishing. Hal ini juga sebagai cara untuk mengecek apakah produk sudah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Jika sudah sesuai, kain yang telah dihasilkan bisa dipasarkan dan dibuat menjadi berbagai jenis pakaian.

Jenis-Jenis Benang dan Kegunaannya yang Perlu Diketahui

Jika kamu sudah mengetahui teknik tentang pembuatan benang, maka kamu juga harus mengetahui jenis benang dan juga kegunaannya. Di bawah ini adalah jenis benang beserta dengan kegunaannya.

  1. Pict by Pixabay

    Pabrik yang menerapkan
    teknik pembuatan benang
    juga memproduksi jenis benang yang satu ini. Kamu tentunya sudah tidak asing dengan jenis benang ini karena banyak sekali dijual di toko perlengkapan jahit.

    Sesuai dengan namanya, benang ini digunakan untuk menjahit berbagai jenis pakaian terutama yang berbahan katun.

  2. https-//commons.wikimedia.org/wiki/File-Overlock_sewing_machine_bobbins

    Obras merupakan cara untuk merapikan jahitan di bagian pinggir agar serat kain tidak terurai. Maka dari itu, benang obras tentunya digunakan untuk keperluan mengobras sesuai pakaian sudah selesai dijahit.

    Jenis benang obras yang satu ini umumnya juga memiliki sebuah tekstur yang lebih halus. Biasanya benang yang digunakan untuk proses mengobras tersebut adalah sebuah benang polyester.

  3. https-//commons.wikimedia.org/wiki/File-Embroidery-thread-250×250

    Sesuai dengan namanya, benang ini dipakai untuk keperluan menyulam. Sulaman yang dibuat dengan benang sulam sendiri juga bisa diaplikasikan pada sebuah baju, dress, taplak meja, sarung bantal, dan lain sebagainya.

    Benang sulam memiliki sifat yang halus serta lembut sehingga harus berhati-hati saat mencucinya agar tidak rusak.

Nah, kini kamu sudah tahu kan, kalau ternyata proses pembuatan dari serat menjadi benang hingga kain sangat panjang. Dengan begitu kamu akan lebih menghargai pakaian yang kamu miliki.

Pengetahuan tentang
teknik pembuatan benang
ini sangat baik agar kamu lebih paham tentang hal-hal di sekitarmu.

Proses Pengolahan Dari Serat Menjadi Benang Disebut

Sumber: https://dimanakahletak.com/proses-pengolahan-dari-serat-menjadi-benang-disebut