Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 2 Bab 7 Bioteknologi

Posted on

Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 2 Bab 7 Bioteknologi

Bioteknologi (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)
✓ Perkembangan dari ilmu pengetahuan, termasuk ilmu biologi, sudah mencapai pada penerapan ilmu pengetahuan di dalam masyarakat. Aplikasi biologi tersebut disadari atau tidak tidak disarari sudah lama dilaksanakan oleh masyarakat. Tidak cuma penerapan biologi saja, namun penggabungannya dengan teknologi guna dapat menghasilkan produk yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih efisien. Pastinya teman – teman mengenal tempe kan? Selain itu teman – teman mungkin pernah mendengar bahwa bibit kentang unggul dihasilkan dari teknik kultur jaringan. Hal-hal tersebut adalah hasil dari bioteknologi. Tahukah teman – teman
apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
Ayo kita belajar bersama mengenai hal tersebut.

Bioteknologi

Daftar Isi

1. Pengertian dan Pembagian Bioteknologi

  • Pengertian Bioteknologi
  • Pembagian Bioteknologi

2. Bioteknologi Sederhana

  • Tape Ketan
  • Tempe
  • Roti
  • Nata de Coco
  • Yoghurt
  • Minuman Beralkohol
  • Virgin Coconut Oil
  • Biogas
  • Hidroponik
  • Teknologi Reproduksi
  • Bidang Kedokteran
  • Bidang Pertanian
  • Kultur Jaringan

Bioteknologi (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

Bioteknologi


1. Pengertian dan Pembagian Bioteknologi


a. Pengertian Bioteknologi

Asal kata bioteknologi yaitu bio dan teknologi. Arti kata bio yaitu ilmu mengenai makhluk hidup, sedangkan teknologi memeiliki arti suatu metode untuk menghasilkan produk, baik barang atau jasa. Berdasarkan pada kedua kata tersebut, selanjutnya para ahli mendefinisikan bioteknologi tersebut.
Pengertian bioteknologi adalah
sebagai suatu teknik yang menggunakan makhluk hidup atau bagian tubuh makhluk hidup (agen biologis) untuk mendapatkan suatu produk atau jasa. Penggunaan bioteknologi dipakai semenjak kapan? Sesungguhnya bioteknologi sederhana telah dikenal sejak lama yaitu adanya pemanfaatan proses fermentasi untuk pembuatan makanan dan minuman. Salah satu contoh fermentasi yang paling umum yaitu pengubahan gula menjadi alkohol dengan bantuan mikroorganisme tertentu, yaitu jamur.


b. Pembagian Bioteknologi

Ilmu pengetahuan berkembang sejalan dengan perkembangan zaman yang ada, begitu juga dengan bioteknologi. Apabila pada zaman dulu bioteknologi hanya menggunakan proses yang sederhana saja, namaun bioteknologi pada waktu sekarang ini telah dilakukan menggunakan alat canggih. Oleh karena itu, bioteknologi bisa dibagi menjadi
bioteknologi sederhana
dan
bioteknologi modern. Tahukah teman – teman apa beda antara bioteknologi sederhana dan bioteknologi modern? Coba perhatikan tabel yang berikut ini.

Perbedaan bioteknologi sederhana dan modern:

perbedaan bioteknologi sederhana dan modern


2. Bioteknologi Sederhana

Ciri utama bioteknologi sederhana

adalah tidak terjadi pengubahan sifat asli pada agen biologis yang digunakan. Pada mulanya, bioteknologi sederhana dikembangkan untuk mendapatkan produk makanan dan minuman. Namun, pada saat ini beberapa produk lain bisa dihasilkan lewat proses bioteknologi sederhana. Contohnya adalah biogas yang merupakan produk bahan bakar. Berikut ini adalah

contoh-contoh produk bioteknologi sederhana

 antara lain:


a. Tape Ketan

bioteknologi tape ketan

Tape ketan dibuat dengan bantuan proses fermentasi menggunakan jamur
Saccharomyces cerevisiae
(jamur ragi). Jamur jenis ini dapat mengubah karbohidrat yang ada dalam ketan menjadi alkohol dan karbon dioksida. Pada saat makan tape ketan, kita akan merasakan ada rasa manis dan hangat pada bagian tenggorokan. Rasa – rasa tersebut merupakan hasil dari fermentasi yang berupa alkohol. Apabila tape ketan dibiarkan saja hingga waktu yang lama, proses fermentasi pada tape tetap terus berlanjut, sehingga rasa tape akan semakin menjadi manis bahkan cenderung menjadi pahit. Selain daripada itu, rasa dari tape ketan tersebut akan terasa semakin hangat di kerongkongan jika kita konsumsi. Hal tersebut dikarenakan semakin tingginya kadar alkohol yang dihasilkan dalam tape.

Baca Juga:  Soal Akidah Akhlak Kelas 11 Semester 2


b. Tempe

bioteknologi tempe

Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang bahan dasarnya adalah kedelai. Pembuatan tempe termasuk mudah dan tempe telah memasayarakat. Tempe dibuat dengan cara menumbuhkan spora jamur
Rhizopus sp.
bersama dengan kedelai yang sudah dikupas kulitnya dan direbus/dikukus. Apabila keadaan sesuai, maka
Rhizopus sp.
akan tumbuh membentuk benang-benang (hifa) yang berwarna putih. Benang – benang tersebut akan mengikat kedelai menjadi suatu kesatuan yang padat yang kemudian kita mengenalnya sebagai tempe. Pada suhu kamar, per tumbuhan Rhizopus sp. pada tempe akan berlanjut sampai suatu saat akan muncul hifa yang berwarna putih kehitaman disertai dengan bau amoniak. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan
Rhizopus sp. telah memasuki masa pertumbuhan optimumnya dan tempe telah membusuk.


c. Roti

bioteknologi roti

Jenis jamur yang berperan dalam pembuatan roti adalah
Saccharomyces cereviseae
(jamur ragi). Secara prinsip, jamurSaccharomyces cereviseaeakan mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida. Pada proses pembuatan roti, bahan dasar terigu dan bahan lain diaduk bersama – sama dengan ragi, yang selanjutnya diamkan sampai mengembang. Mengapa menjadi mengembang?Adonan mengembang oleh karena terbentuknya gas karbon dioksida yang terperangkap dalam adonan. Melalui pemanasan, gas akan memuai sehingga adonan semakin mengembang. Selain itu melalui pemanasan juga, jamur ragi akan mati dan sehingga akan tercium aroma khas roti. Aroma khas tersebut adalah aroma alkohol yang dihasilkan dari fermentasi pada roti tersebut.


d. Nata de Coco

bioteknologi nata de coco

Nata de coco merupakan makanan seperti halnya agar-agar putih yang rasanya kenyal apabila dikunyah. Makanan ini bisa untuk melancarkan pencernaan karena mengandung serat yang tinggi. Nata de coco merupakan hasil sintesis gula yang dilakukan oleh bakteri
Acetobacter xylinum,bakteri ini akan membentuk lapisan dengan ketebalan beberapa sentimeter dan bakteri tersebut terjebak dalam lapisan tersebut. Lapisan inilah yang kemudian dikenal dengan nama nata. Oleh sebab medium cair yang umumnya dipakai adalah air kelapa, maka nata yang terbentuk kemudian disebut nata de coco.


e. Yoghurt

bioteknologi yoghurt

Yoghurt merupakan salah satu
produk bioteknologi
dengan bahan dasar berupa susu. Proses pembuatannya dengan bantuan
bakteri Lactobacillus
dan
Streptococcus
yang dapat memfermentasi susu menjadi asam laktat (asam susu).
Pembuatan yoghurt dimulai dengan pasteurisasi susu, selanjutnya susu didiamkan menjadi dingin pada suhu kamar. Kemudian, tambahkan bakteri
Lactobacillus
dan
Streptococcus
dengan komposisi yang sesuai. Setelah itu, campuran susu dan biakan bakteri tersebut diinkubasi. Yoghurt yang dihasilkan akan mempunyai rasa asam. Untuk menambah cita rasa, umumny akan ditambahkan gula dan aroma, misalnya ditambah dengan aroma buah-buahan.  Untuk diketahui bahwa yoghurt harus tetap dalam kondisi yang dingin supaya pertumbuhan bakteri terhambat.


f. Minuman Beralkohol

Bioteknologi Minuman Beralkohol

Alkohol bahan dasarnya adalah karbohidrat yang banyak mengandung gula. Sebagai contoh, anggur dipakai untuk membuat minuman anggur dan beras untuk membuat arak beras. Proses pembuatannya dimulai dengan menambahkan jamur
Saccharomyces
ke dalam jus buah atau jus lain, selanjutnya disimpan selama beberapa hari dalam keadaan tertutup rapat. Semakin lama penyimpanan, semakin tinggi pula kadar alkohol dan kadar karbon dioksida yang akan dihasilkan.


g. Virgin Coconut Oil

bioteknologi virgin coconut oil

Pernahkah teman – teman mendengar istilah VCO? Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni adalah terbuat dari kelapa (Cocos nucifera). Dengan mengonsumsi VCO dipercaya bisa mengobati penyakit, hal ini desebabkan karena VCO mempunyai khasiat, seperti mampu menurunkan kadar gula darah, mengurangi resiko kanker, mempermudah penyerapan mineral (Mg dan Ca), dan dapat membunuh virus.

Baca Juga:  Doa Orang Yang Menggunakan Asmaul Husna Lebih Cepat Untuk

VCO adalah berbaghan dasar buah kelapa tua segar yang diparut dan diperas memakai  mesin pemeras santan atau dengan tangan. Perasan santan kental dimasak dengan suhu di bawah 60°C hingga terbentuk lapisan endapan protein kelapa pada bagian paling bawah, air, dan juga lapisan minyak murni berwarna bening pada lapisan paling atas. Hasil minyak tidak memiliki rasa dan beraroma khas kelapa. Minyak inilah yang dikenal dengan  nama minyak kelapa murni atau VCO. Selain dengan proses pemanasan, VCO juga dapat dibuat dengan cara fermentasi. Santan kelapa ditambahkan jamur
Saccharomyces cerevisiae
(ragi untuk pembuatan roti), kemudian difermentasikan dalam suhu 30-35°C selama 12 jam. Biarkan selama 1 malam sehingga didapatkan minyak kelapa murni yang telah dipisahkan dari endapan kelapanya.


h. Biogas

bioteknologi biogas

Biogas merupakan bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak. Biogas berbahan dasar limbah organik, seperti halnya kotoran hewan, limbah pasar, limbah pertanian, dan juga sumber limbah organik lainnya. Pemanfaatan atas limbah organik tersebut menjadi biogas adalah salah satu cara untuk mengelola lingkungan. Beberapa mikroorganisme yang dilibatkan dalam pembuatan biogas, di antaranya yaitu
Bacteroides, Clostridium, Escherchia coli, Metha no bacterium, dan Methanobacillus. Bakteri tersebut bisa merubah materi organik, yaitu berupa kotoran hewan yang mengandung amoniak menjadi biogas (metana dan karbon dioksida). Proses tersebut merupakan proses penguraian yang berlangsung secara
anaerobik. Gas yang terbentuk adalah gas metan yang bisa terbakar sehingga biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga.


i. Hidroponik

bioteknilogi hidroponik

Asal kata hidroponik yaitu
hydro
yang berarti air dan
ponos
yang berarti kerja. Pengertian hidroponik adalah cara bercocok tanam memakai air sebagai mediumnya. Mulannya, hidroponik cuma merendam akar tanaman pada air bernutrisi yang mengalir. Kini hidroponik dapat menggunakan media pasir, potongan genteng, batu apung, atau pun dengan kerikil. Untuk pemberian air bernutrisi bisa berupa air mengalir, disemprotkan, disiram, atau direndam. Cara bercocok tanam hidroponik mempunyai beberapa keunggulan yaitu hemat ruang karena bisa dibuat bertingkat, tanaman lebih bersih, pupuk dan air lebih hemat, serta mutu dan hasilnya lebih baik.


3. Bioteknologi Modern

Pada bioteknologi sederhana memakai atau bagian organisme, bioteknologi modern sudah memanfaatkan jaringan, sel, atau materi inti suatu organisme.
Ciri utama bioteknologi modern
yaitu adanya perubahan sifat asli agen biologis yang digunakan. Perubahan sifat tersebut dilakukan lewat rekayasa genetika.

Rekayasa genetika yaitu mengutak-atik DNA dan RNA yang menyimpan informasi genetik yang bersifat fisik dan psikis makhluk hidup yang mempunyai tujuan untuk keuntungan manusia atau keseimbangan lingkungan. Sebagai contohnya, pada bakteri bisa dicangkokkan gen insulin manusia atau sapi, dan bakteri, akan menghasilkan insulin. Hormon tersebut digunakan untuk mengobati penderita gangguan dan sistem ekskresi yaitu penyakit kencing manis. Oleh sebab itu, bioteknologi modern membutuhkan dukungan  alat  dan  ilmu yang mendukung pemanfaatan jaringan, sel, atau materi inti. Bioteknologi modern sebenarnya telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang.


a. Teknologi Reproduksi

Tujuan dikembangkannya teknologi reproduksi yaitu untuk mendapatkan keturunan dengan sifat unggul. Salah satu cara yang sudah berhasil dikembangkan adalah teknik
kloning. Pernah mendengar kan teman – teman?
Pengertian kloning
adalah cara mendapatkan individu baru yang mempunyayi sifat mirip induknya. Teknologi ini bisa dilakukan pada hewan. Kloning dilakukan dengan cara mengambil inti sel tubuh/somatis dari induk hewan dan memasukkan inti sel tersebut ke dalam sel telur yang sudah dibuang intinya. Sel-sel tersebut bisa berasal dari satu spesies hewan atau hewan lain yang dekat kekerabatannya. Sel telur dengan inti baru tersebut di tanam pada rahim hewan sejenis setelah sebelumnya diberi perlakuan supaya aktif membelah. Dalam rahim, sel telur tersebut berkembang menjadi individu yang baru dan dilahirkan sebagai klon. Domba dolly merupakan klon pertama dihasilkan. bagian. Kloning berguna untuk memperbanyak ternak dan hewan, bahkan untuk hewan yang sudah punah sekalipun.

Baca Juga:  Contoh Gambar Poster Cinta Produk Indonesia


b. Bidang Kedokteran

Bioteknologi di bidang kedokteran berperan dalam pembuatan hormon dan antibodi monoklonal. Hormon, seperti halnya hormon insulin untuk penderita diabetes melitus. Melalui rekayasa pada gen, gen pengontrol produksi insulin disisipkan pada bakteri
Escherichia coli. Hal ini menyebabkan bakteri
Escherichia coli
dapat memproduksi hormon insulin manusia. Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh tubuh akibat masuknya antigen yang mana antigen bisa berupa kuman, bakteri, atau benda asing yang lainnya. Para ilmuwan berusaha menciptakan antigen dengan melakukan fusi sel antara sel kanker dan sel limfosit T penghasil antibodi tertentu. Fusi sel merupakan suatu teknik penggabungan inti sel sehingga dihasilkan sel dengan sifat dari kedua sel induk. Lewat proses tersebut dihasilkan antibodi monoklonal yang spesifik membunuh antigen tertentu.

Baca juga : Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


c. Bidang Pertanian

Tujuan bioteknologi modern di bidang pertanian yaitu untuk meningkatkan mutu atau kualitas produksi pertanian.

Peningkatan produksi pertanian

bisa dilakukan melalui rekayasa genetika, kultur jaringan, dan bakteri fiksasi yang bisa menyebabkan tanama menjadi subur. Suatu tanaaman dimungkinkan mempunyai sifat asing yang sebelumnya tidak dimilikinya.

Selengkapnya tentang materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX dapat di lihat melalui link berikut ini >>>Rangkuman Materi Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas 9


d. Kultur Jaringan

Istilah kultur jaringan disebut juga kultur in vitro (in vitro
= dalam tabung).
Pengertian kultur jaringan adalah
proses pertumbuhan jaringan pada medium bernutrisi yang dilakukan secara bebas hama (aseptik) yang berdasarkan pada prinsip totipotensi.
Pengertian totipotensi
adalah kemampuan setiap sel untuk berkembang menjadi suatu jasad hidup yang lengkap lewat proses regenerasi. Kultur jaringan bisa dilakukan pada jaringan hewan ataupun pada jaringan tumbuhan, tetapi pada perkembangannya kultur jaringan tumbuhan berkembang lebih pesat. Kultur jaringan tumbuhan dilakukan dengan cara menanam potongan jaringan, seperti daun, pucuk, batang, hipokotil, dan akar pada medium yang mana medium yang dipakai adalah berisi nutrisi yang baik bagi pertumbuhan tumbuhan tersebut.

Baca juga : Kelangsungan Hidup Organisme danSistem Koordinasi dan Alat Indra Manusia

Demikianlah artikel yang berjudul
Bioteknologi (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

yang semoga bermanfaat. Terimakasih.

Rangkuman Ipa Kelas 9 Semester 2 Bab 7 Bioteknologi

Sumber: https://www.aanwijzing.com/2019/03/bioteknologi-artikel-materi-ipa-smp-mts-kelas-9.html