Sumber Historis Sosiologis Politik Pendidikan Pancasila

Posted on

Sumber Historis Sosiologis Politik Pendidikan Pancasila

Dilihat dari segi objek materil, pengayaan materi atau substansi mata kuliah
pendidikan Pancasila dapat dikembangkan melalui beberapa pendekatan,
diantaranya pendekatan historis, sosiologis, dan politik. Sementara, dilihat
dari segi objek formil, pengayaan materi mata kuliah pendidikan Pancasila
dilakukan dengan pendekatan ilmiah, filosofis, dan ideologis.

Materi perkuliahan dikembangkan dari fenomena sosial untuk dikaji dan
ditemukan solusinya yang rasional dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila oleh mahasiswa. Kesadaran sosial mahasiswa turut serta dalam
memecahkan permasalahan-permasalahan sosial. Hal ini akan terus bertumbuh
melalui mata kuliah pendidikan Pancasila. Pada gilirannya, mahasiswa akan
memiliki argumentasi bahwa mata kuliah pendidikan Pancasila bermakna
penting dalam sistem pendidikan tinggi di tanah air.

1. Sumber Historis Pendidikan Pancasila

Presiden Soekarno pernah mengatakan, ”Jangan sekali-kali meninggalkan
sejarah.” Pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa sejarah mempunyai
fungsi penting dalam membangun kehidupan bangsa dengan lebih bijaksana
di masa depan. Sejarah juga merupakan guru kehidupan”.Melalui pendekatan
ini, mahasiswa diharapkan dapat mengambil pelajaran atau hikmah dari
berbagai peristiwa sejarah, baik sejarah nasional maupun sejarah bangsa-bangsa
lain.Dengan pendekatan historis, mahasiswa diharapkan akan memperoleh
inspirasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa sesuai dengan
program studi masing-masing dan dapat menghindari perilaku yang bernuansa
mengulangi kembali kesalahan sejarah.

Gambar I.6: Pidato Presiden Soekarno
Sumber: radiosilaturahim.com

Dalam peristiwa sejarah nasional, banyak hikmah yang dapat dipetik, misalnya
mengapa bangsa Indonesia sebelum masa pergerakan nasional selalu
mengalami kekalahan dari penjajah? Jawabannya antara lain karena
perjuangan pada masa itu masih bersifat kedaerahan, kurang adanya
persatuan, mudah dipecah belah, dan kalah dalam penguasaan IPTEKS
termasuk dalam bidang persenjataan. Hal ini berarti bahwa apabila integrasi
bangsa lemah dan penguasaan IPTEKS lemah, maka bangsa Indonesia dapat
kembali terjajah atau setidak-tidaknya daya saing bangsa melemah. Implikasi
dari pendekatan historis ini adalah meningkatkan motivasi kejuangan bangsa
dan meningkatkan motivasi belajar Anda dalam menguasai IPTEKS sesuai
dengan prodi masing-masing.

Baca Juga:  Berikut Yang Merupakan Dampak Positif Iptek Di Bidang Pendidikan Kecuali

2. Sumber Sosiologis Pendidikan Pancasila

Sosiologi adalah ilmu tentang kehidupan antarmanusia. Didalamnya mengkaji,
antara lain latar belakang, susunan dan pola kehidupan
sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat, disamping juga
mengkaji masalah-masalah sosial, perubahan dan pembaharuan dalam
masyarakat.
Melalui pendekatan sosiologis ini pula, Anda diharapkan dapat
mengkaji struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan
sosial, dan masalah-masalah sosial yang patut disikapi secara arif dengan
menggunakan standar nilai-nilai yang mengacu kepada nilai-nilai Pancasila.
Berbeda dengan bangsa-bangsa lain, bangsa Indonesia mendasarkan
pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada
suatu asas kultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Nilainilai
kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila
Pancasila bukan hanya hasil konseptual seseorang saja, melainkan juga hasil
karya besar bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai-nilai kultural
yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri melalui proses refleksi filosofis
para pendiri negara (Kaelan, 2000: 13).
Bung Karno menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari bumi pertiwi
Indonesia. Dengan kata lain, nilai-nilai Pancasila berasal dari kehidupan
sosiologis masyarakat Indonesia. Pernyataan ini tidak diragukan lagi karena
dikemukakan oleh Bung Karno sebagai penggali Pancasila, meskipun beliau
dengan rendah hati membantah apabila disebut sebagai pencipta Pancasila,
sebagaimana dikemukakan Beliau dalam paparan sebagai berikut:

Makna penting lainnya dari pernyataan Bung Karno tersebut adalah Pancasila
sebagai dasar negara merupakan pemberian atau ilham dari Tuhan Yang Maha
Kuasa. Apabila dikaitkan dengan teori kausalitas dari Notonegoro bahwa
Pancasila merupakan penyebab lahirnya (kemerdekaan) bangsa Indonesia,
maka kemerdekaan berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan
dengan makna Alinea III Pembukaan UUD 1945. Sebagai makhluk Tuhan,
sebaiknya segala pemberian Tuhan, termasuk kemerdekaan Bangsa
Indonesia ini wajib untuk disyukuri. Salah satu bentuk wujud konkret
mensyukuri nikmat karunia kemerdekaan adalah dengan memberikan
kontribusi pemikiran terhadap pembaharuan dalam masyarakat.
Bentuk lain mensyukuri kemerdekaan adalah dengan memberikan kontribusi
konkret bagi pembangunan negara melalui kewajiban membayar pajak,
karena dengan dana pajak itulah pembangunan dapat dilangsungkan secara
optimal.
Sejalan dengan hal itu, Anda juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam
meningkatkan fungsi-fungsi lembaga pengendalian sosial (agent of social
control) yang mengacu kepada nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Persamaan Garis Yang Melalui Titik 5 4 Dan Memiliki Gradien

3. Sumber Yuridis Pendidikan Pancasila

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum (rechtsstaat) dan salah satu
cirinya atau istilah yang bernuansa bersinonim, yaitu pemerintahan
berdasarkan hukum (rule of law). Pancasila sebagai dasar negara merupakan
landasan dan sumber dalam membentuk dan menyelenggarakan negara
hukum tersebut. Hal tersebut berarti pendekatan yuridis (hukum) merupakan
salah satu pendekatan utama dalam pengembangan atau pengayaan materi
mata kuliah pendidikan Pancasila. Urgensi pendekatan yuridis ini adalah dalam
rangka menegakkan Undang-Undang (law enforcement) yang merupakan
salah satu kewajiban negara yang penting. Penegakan hukum ini hanya akan
efektif, apabila didukung oleh kesadaran hukum warga negara terutama dari
kalangan intelektualnya.
Dengan demikian, pada gilirannya melalui
pendekatan yuridis tersebut mahasiswa dapat berperan serta dalam
mewujudkan negara hukum formal dan sekaligus negara hukum material
sehingga dapat diwujudkan keteraturan sosial (social order) dan sekaligus
terbangun suatu kondisi bagi terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat
sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
Kesadaran hukum tidak semata-mata mencakup hukum perdata dan pidana,
tetapi juga hukum tata negara. Ketiganya membutuhkan sosialisasi yang
seimbang di seluruh kalangan masyarakat, sehingga setiap warga negara
mengetahui hak dan kewajibannya. Selama ini sebagian masyarakat masih
lebih banyak menuntut haknya, namun melalaikan kewajibannya.
Keseimbangan antara hak dan kewajiban akan melahirkan kehidupan yang
harmonis sebagai bentuk tujuan negera mencapai masyarakat adil dan
makmur.

4. Sumber Politik Pendidikan Pancasila

Salah satu sumber pengayaan materi pendidikan Pancasila adalah berasal dari
fenomena kehidupan politik bangsa Indonesia. Tujuannya agar Anda mampu
mendiagnosa dan mampu memformulasikan saran-saran tentang upaya atau
usaha mewujudkan kehidupan politik yang ideal sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Bukankah Pancasila dalam tataran tertentu merupakan ideologi
politik, yaitu mengandung nilai-nilai yang menjadi kaidah penuntun dalam
mewujudkan tata tertib sosial politik yang ideal. Hal tersebut sejalan dengan
pendapat Budiardjo (1998:32) sebagai berikut:
“Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai, idée, norma-norma, kepercayaan dan
keyakinan, suatu “Weltanschauung”, yang dimiliki seseorang atau sekelompok oran,
atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang
dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya.”
Melalui pendekatan politik ini, Anda diharapkan mampu menafsirkan
fenomena politik dalam rangka menemukan pedoman yang bersifat moral
yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan kehidupan politik
yang sehat. Pada gilirannya, Anda akan mampu memberikan kontribusi
konstruktif dalam menciptakan struktur politik yang stabil dan dinamis.
Secara spesifik, fokus kajian melalui pendekatan politik tersebut, yaitu
menemukan nilai-nilai ideal yang menjadi kaidah penuntun atau pedoman
dalam mengkaji konsep-konsep pokok dalam politik yang meliputi negara
(state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making),
kebijakan (policy), dan pembagian (distribution) sumber daya negara, baik di
pusat maupun di daerah. Melalui kajian tersebut, Anda diharapkan lebih
termotivasi berpartisipasi memberikan masukan konstruktif, baik kepada
infrastruktur politik maupun suprastruktur politik.

Baca Juga:  Jumlah Partai Politik Di Era Reformasi Saat Ini Adalah

Sumber : Pendidkan Pancasila untuk Perguruan Tinggi , RISTEKDIKTI 2016.

Sumber Historis Sosiologis Politik Pendidikan Pancasila

Sumber: https://malvaspalette.wordpress.com/2017/11/05/menggali-sumber-historis-sosiologis-politik-pendidikanpancasila/