Tarian Massal Yang Berasal Dari Bali Yaitu

Posted on

Tipcantik.com – Tarian Massal Yang Berasal Dari Bali Yaitu

Pecah Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tiga Genre Tarian-Disko Tradisional Bali

Pusaka Budaya Lain Benda UNESCO

Legong, Pertunjukan Tari Keraton dengan ansambel Gamelan di Kastil Marus Ubud, Bali, Indonesia


Negara Indonesia
Tolok Tali peranti dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai alat angkut pusaka budaya takbenda, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual dan acara perayaan, kenyataan dan praktik adapun alam dan kalimantang semesta, dan kerajinan tradisional.
Referensi 617
Kawasan Asia dan Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi 2015 (sesi ke-10th)
Daftar Daftar Kantor cabang
Unesco Cultural Heritage logo.svg

Wali

Ajojing Sakral (Rejang, Sanghyang Dedari, Larik Upacara),
Bebali

Tari Semi Sakral (Topeng Sidakarya/Kedok Pajegan, Drama Tari Gambuh, Drama Tari Wayang Wong),
Balih-balihan

Tarian Hiburan (Legong Kraton, Joged Torak, Barong Ket)

Tari Bali

ialah plural tarian yang berasal dari pulau Bali. Tari Bali tidak selalu bergantung pada galur cerita. Maksud utama bedaya Bali adalah buat menarikan tiap tahap gerakan dan rangkaian dengan ekspresi penuh. Kecantikan tari Bali terbantah pada manuver-gerakan yang abstrak dan luhur. Tari-tari Bali yang paling dikenal antara bukan Pendet, Gambuh, Baris, Sanghyang dan Legong.[1]

Tari Bali sebagian samudra penting religius.[2]

Sejak perian 1950-an, dengan kronologi wisata yang pesat, bilang tarian telah ditampilkan sreg kegiatan-kegiatan di luar programa keyakinan dengan beberapa modifikasi.[1]


Kategori



[sunting

|
sunting sumber]




Dalam konvensi Komite Antarpemerintah bagi Konservasi Warisan Budaya Takbenda pada 29 November hingga 4 Desember 2015 di Windhoek, Namibia, UNESCO mengakui tiga genre tarian tradisional di Bali, Indonesia, sebagai Warisan Budaya Takbenda setelah diusulkan sejak 2011.[3]

[4]

Tiga genre yang diakui adalah spesies
Penanggung jawab

(disko sakral),
Bebali

(joget semi-sakral/upacara) dan
Balih-balihan

(joget untuk tujuan hiburan).[1].

Tari Wali dan Bebali hanya dapat ditarikan di tempat dan waktu tertentu.[1]

Tari Wali dipentaskan di halaman bagian dalam kantung dan tari Bebali di jerambah tengah (jaba tengah).[1]. Sebaliknya tari Balih-balihan ditarikan di halaman luar jaring-jaring (jaba sisi) dalam program yang bersifat hiburan.[1]

Tiga genre diwakili oleh sembilan disko, nan menyantirkan keistimewaan dan tradisi kehidupan dalam masyarakat Bali.

Ragam tari sesuai kategori adalah andai berikut:


Wali



[sunting

|
sunting perigi]




Tari Penanggung jawab

ditarikan pada setiap kegiatan formalitas adat dan agama Hindu di Bali. Di Jala-jala, tarian ini dipentaskan di area terdalam pura (Jeroan).[2]

Jenis tariannya antara lain:

  • Rejang, disko yang ditampilkan maka itu wanita secara pasuk di halaman jaring-jaring pada saat berlangsungnya upacara.[5]

    Tari rejang memiliki gerakan nan keteter dan teklok gemulai.[5]
  • Banjar, variasi tarian maskulin, ditarikan dengan gerakan nan maskulin.[6]

    Berbunga dari pengenalan
    bebaris

    nan bermakna prajurit, ajojing ini dibawakan secara berkelompok, berisi 8 sebatas 40 penari.[6]
  • Pendet, adalah disko pembuka upacara di pura. Penari yang terdiri semenjak wanita dewasa menandak serempak mengapalkan perlengkapan sesajen.[2]

    Operasi Tari Pendet lebih dinamis dibanding Tari Rejang.[7]

    Kini, Pendet telah ditarikan buat hiburan, terutama sebagai tari penyambutan.
  • Sanghyang Dedari

    adalah tari yang menjaringkan unsur-anasir kerasukan guna menghibur dewa-dewi, lamar bernasib baik dan mendorong bala.[2]
  • Barong

    adalah seni tari yang mengobrolkan pertarungan antara kebajikan dan ki kebusukan.[2]

    Pencetus terdahulu adalah barong, dabat klenik yang diperankan dua penari pria, seorang memainkan kepala dan kaki depan, koteng pula jadi kaki pantat dan ekor.[8]


Bebali



[sunting

|
sunting sumber]




Bebali

adalah jenis disko upacara, galibnya dipentaskan di jerambah tengah jala-jala.[2]

Tari ini sifatnya di antara sakral dan hiburan.[2]

  • Gambuh

    (Klungkung), adalah sendratari Bali yang tertua.[1]

    Musik, literatur dan khazanah kata yang digunakan dalam tariannya diturunkan berusul musim Majapahit di Pulau Jawa.[1]

    Pertunjukkan ini biasanya ditampilkan di pura pron bila hari-hari besar dan upacara.[1]
  • Topeng Sidhakarya/Masker Pajegan (Tabanan). Dilakukan maka itu penari bertopeng untuk menetralisir roh jahat.
  • Wayang kelitik Wong, Sandiwara tari (Buleleng). Menggabungkan dansa, drama epos, dan nada.


Balih-balihan



[sunting

|
sunting sumber]




Balih-balihan

adalah keberagaman tarian nan berwatak non-religius dan cenderung menyejukkan.[2]

Ditampilkan di jerambah depan atau luar pura.[2]

Spesies-jenisnya:

  • Janger

    adalah tarian pergaulan yang dibawakan makanya penari laki-laki maupun perempuan. Penari putri mengenakan mahkota berbentuk merak berwarna emas dan hiasan muda busung tandus.[2]

    Sebagian samudra dansa ditampilkan dalam posisi duduk, dengan manuver-manuver tangan, bahu dan netra.[2]
  • Kebyar

    atau
    kekebyaran

    boleh ditarikan secara spesial, duet, trio, keramaian alias dalam sendratari.[9]

    Tari ini diiringi dengan permainan gamelan kenung kebyar.[9]
  • Legong

    adalah tarian nan diciptakan oleh Pangeran Sukawati berdasarkan mimpinya mengintai bidadari.[2]

    Penayub legong yang berjumlah 3 turunan menari mengikuti permainan gamelan semar pagulingan.[1]
  • Kecak

    adalah tarian berjamaah yang dibawakan di malam hari mengelilingi api unggun.[2]

    Ditampilkan oleh seratus maupun bertambah pria sedarun duduk, dipimpin oleh imam di perdua-tengah. Tari kecak tak diiringi musik, doang hanya tepukan telapak tangan nan menimbuk fragmen-penggalan dari tubuh agar menghasilkan suara. Mereka mengucapkan kata-kata “cak, cak, kongkalikong” untuk menghasilkan suatu paduan suara khas.[10]
  • Joged Silinder (Buleleng). Tarian sosial terkenal oleh tara, selama periode panen atau lega hari-masa signifikan.


Varian



[sunting

|
sunting sumber]




Di Bali ada berbagai kategori tarian,[11]

tercatat pertunjukan epos sama dengan yang ada di mana-mana seperti Mahabharata[12]

dan drama Ramayana.

Upacara-upacara tertentu di kuil-kuil desa memajukan pertunjukan khusus drama-tarian, sambutan antara pemrakarsa-motor mite Rangda, penyihir nan mengambil alih kejahatan, dan Barongan, singa atau dragon, mewakili yang baik. Jenis pertunjukan ini secara tradisional ditampilkan selama wabah penyakit taun yang diyakini maka dari itu cucu adam-orang perumpamaan akibat berpokok godaan keseimbangan ‘kekuatan baik dan buruk’, nan diwakili oleh Rangda dan Barong. Balasan rata-rata berdamai dalam harmoni atau keseimbangan antara Rangda dan Barong, alih-alih mengalahkan kejahatan.

Di antara pagar adat tari di Bali adalah:

  • Barong, dansa raja para arwah.
  • Baris tarian perang.
  • Cendrawasih, mitologi kalam surgaloka.
  • Condong, joget dasar, pengantar Legong.
  • Legong, ajojing yang halus.
  • Kecak, tarian nyanyian anjing pada mitologi Ramayana.
  • Janger, sebuah disko dengan gerakan berenjut.
  • Pendet, ajojing primitif dilakukan sebelum membentuk ufti di sebuah pundi-pundi.
  • Tari Topeng, Di Bali, masker dianggap sakral, seperti kedok
    barong ket

    (singa),
    barong macan, (harimau),
    barong bangkal

    (nangui wana),
    barong lembu

    (banteng) dan
    barong landung

    (raksasa). Menarikan tari topeng dilakukan untuk memainkan cerita hayat nenek moyang, kisah Ramayana atau riwayat sejarah. Tari masker nan naik daun antara lain Topeng Pajegan. Tari ini dipentaskan pada ketika upacara mulai dewasa (metatah), pernikahan, dan perayaan di dalam jaring-jaring. Cerita Topeng Pajegan didasarkan semenjak Babad Bali yang membualkan narasi sunan-yang dipertuan Bali dan nayaka-menterinya.


Teknik



[sunting

|
sunting sumber]




Prolog terhadap tari & klonengan dimulai sejak anak-momongan. Wanita hamil apalagi disarankan bakal sering mendengarkan gamelan cak bagi sparing orok dalam rahim. Pelatihan resmi sebagai penari Bali dimulai sejak hayat 7 perian walau suka-suka yang memulai bersumber spirit bertambah dini. Dalam tarian Bali gerakan ini terkait dempet dengan ritme yang dihasilkan maka itu Klonengan Bali, ansambel nada tradisional Jawa dan Bali.[13]

Hentakan & ritme dari berbagai alat nada gamelan yang mengiringi tarian, diterjemahkan lewat ekspresi cahaya muka, kerling mata, gerak lentik jemari, lengan, pinggul dan kaki.

Mudra
[14]

[15]

[16]

atau gestur dan sikap awak yang bersifat simbolis/formalitas dalam Hinduisme dan Buddhisme pada tari Bali sudah dikodifikasikan lebih rendah dari gerakan tari di India. Hal ini sudah menimbulkan spekulasi bahwa pendataan itu mutakadim terjadi ketika tarian itu diterjemahkan dari India ke Jawa.[17]

Posisi tangan dan gerak awak tetap sama pentingnya dalam Jawa dan ajojing Bali sama dengan di India.[18]

Baik di India, Indonesia maupun Kamboja, tangan memiliki peran khas dekoratif dan menekankan kerumitan tarian yang dibawakan.


Galeri



[sunting

|
sunting sumber]





Pranala luar



[sunting

|
sunting mata air]




  • Butir-butir Pergelaran Tari Bali Diarsipkan 2011-11-30 di Wayback Machine.
  • (Inggris)About Balinese Theatre and Dance Diarsipkan 2015-08-10 di Wayback Machine.
  • (Inggris)

    Three genres of traditional dance in Bali – UNESCO: Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity – 2015


Referensi



[sunting

|
sunting sumber]




  1. ^




    a









    b









    c









    d









    e









    f









    g









    h









    i









    j











    Indonesian Heritage – Performing Arts. Singapore: Archipelago Press. 1998. hlm. 78–79. ISBN 981-3018-35-6.








  2. ^




    a









    b









    c









    d









    e









    f









    g









    h









    i









    j









    k









    l









    m









    (Inggris)Dance, Music, and Theaters of Bali,
    indo.com. Akses:23-11-2011.


  3. ^





    “Traditional dances proposed to be world’s heritage”.
    The Jakarta Post. 16 November 2011. Diakses rontok
    1 December

    2015
    .










  4. ^





    “Traditional dances, crafts, knowledge and music on the agenda at Intangible Heritage Committee meeting in Namibia”.
    UNESCO

    . Diakses tanggal
    1 December

    2015
    .








  5. ^




    a









    b









    (Inggris)Rejang,
    babadbali. Akses:23-11-2011.
  6. ^




    a









    b









    (Inggris)Baris,
    babadbali. Akses:23-11-2011.


  7. ^





    (Inggris)Pendet,
    babadbali. Akal masuk:23-11-2011.


  8. ^





    (Inggris)Tari Barong Diarsipkan 2019-03-21 di Wayback Machine.,
    taribarong. Akses:23-11-2011.
  9. ^




    a









    b









    (Inggris)Kebyar,
    babadbali. Akal masuk:23-11-2011.


  10. ^





    (Inggris)Cak,
    babadbali. Akses:23-11-2011.


  11. ^





    The Folk Art of Bali: The Narrative Tradition

    (The Asia Collection) by Joseph Fischer and Thomas Cooper (1998)


  12. ^





    Story Cloths of Bali

    by Joseph Fischer (2004) p.57


  13. ^





    Performance in Java and Bali

    by B. Arps (1993) p.77


  14. ^





    Mudras: Yoga in Your Hands

    by Gertrud Hirschi (2000)


  15. ^





    Mudras in Buddhist and Hindu Practices: An Iconographic Consideration

    by Fredrick W. Bunce (2005)


  16. ^





    The Music and Dance of the World’s Religions: A Comprehensive, Annotated Bibliography of Materials in the English Language

    (Music Reference Collection) by E. Gardner Rust (1996) p.72


  17. ^





    Burmese Dance and Theatre

    (Images of Asia) by Noel F. Singer (1996)


  18. ^





    A Dictionary of Theatre Anthropology: The Secret Art of the Performer

    by E. Barba (2005) p.156


Lihat juga



[sunting

|
sunting sumber]




  • Gambuh
  • Cak
  • Topeng Bali
  • Prembon
  • Walter Spies
  • Drama kenung

Tarian Massal Yang Berasal Dari Bali Yaitu

Sumber: https://duuwi.com/56232/tarian-massal-yang-berasal-dari-bali-yaitu.html

Baca Juga:  Tuliskan Dan Jelaskan Struktur Teks Ulasan