Tuliskan Pula Kelebihan Dan Kelemahannya Secara Garis Besar

Posted on

Tuliskan Pula Kelebihan Dan Kelemahannya Secara Garis Besar

Info lengkap mengenai teks ulasan mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, kelebihan, kekurangan, dan contoh terbarunya ada disini. Menonton film adalah sebuah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang, karena menjadi ajang liburan dari kesibukkan kerja dan salah satu tontonan yang bisa dilakukan dengan teman adalah menonton bioskop. Kesan dalam menonton memang berbeda, tergantung dari siapa yang menilainya dan penilaian tentang sebuah hal yang disaksikan masuk dalam bahasan teks ulasan.

Pengertian Teks Ulasan

Pengertian teks ulasan adalah teks yang berisi tentang penilaian atau ulasan mengenai sebuah karya dan penilaian karya dihasilkan dari membaca, menonton atau mendengarkan. Secara umum semua karya seni memiliki bilai jual yang berbeda-beda dan setiap karya pasti memiliki target penyukanya. Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak insan kreatif untuk menghasilkan karya.

Sebuah karya yang dihasilkan dengan kreatifitas dan ketekunan akan memiliki nilai yang tinggi. Seorang pembuat karya tentu membutuhkan kritikan atau saran agar bisa mengembangkan dirinya, semakin rendah hati maka akan semakin cepat sukses. Pengertian teks ulasan dimaksudkan untuk memberikan suntikan motovasi kepada pencipta karya, karena ulasan dihasilkan dari pengguna karya atau penonton.

Ciri Ciri Teks Ulasan

  • Ciri-ciri teks ulasan punya struktur yang jelas dengan rincian orientasi, tafsiran, evaluasu dan rangkuman
  • Informasi dihasilkan dari sudut pandang penulis mengenai suatu karya
  • Pandangan dihasilkan dari sebuah fakta yang dijelaskan dengan rinci merupakan salah satu ciri-ciri teks ulasan
  • Istilah lain untuk ciri-ciri teks ulasan adalah resensi

Struktur Teks Ulasan

Pada bagian orientasi sebuah karya akan diberikan gambaran umunya, sehingga ulasan bisa dilakukan dengan baik. Dengan tahap orientasi pembaca akan paham mengenai hal apa yang akan di ulas. Tahapan orientasi sangatlah penting, karena mempermudah pembaca dalam menangkap maksud dari tulisan. Orientasi menjadi tahap awal pembuatan teks ulasan.

Tafsiran adalah bagian struktur teks ulasan yang akan memberi penjelasan secara rinci tentang sebuah karya dan dengan tafsiran pembaca bisa mengetahui berbagai hal mengenai sebuah karya yang diulas. Contoh tafsiran yang banyak ditemukan dalam struktur teks ulasan seperti keunikan pemeran dalam sebuah drama korea, kualitas kata-kata yang muncul dalam buku dan berbagai contoh lainnya.

Evaluasi adalah bagian yang mengungkapkan pandangan atau penilaian dari penulis terhadap sebuah karya yang dibaca atau ditontonnya dan evaluasi dilaksanakan dengan cara yang baik. Pada tahap evaluasi, penulis akan menyebutkan berbagai bagian penting dalam sebuah karya yang diulas, baik yang bernilai baik ataupun buruk.

Rangkuman adalah bagian akhir dalam pembuatan struktur teks yang biasanya berisi kesimpulan dari sebuah ulasan dan dengan rangkuman. Maka teksnya ini akan menjadi sebuah teks ulasan yang utuh. Pada bagian ini, penulis biasanya memberikan komentar mengenai suatu karya dan bagus atau tidaknya sebuah karya akan disimpulkan di bagian rangkuman.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Sebuah seni pasti memiliki berbagai unsur didalamnya dan setiap seni diciptakan dengan cara yang bervariasi. Dalam kaidah kebahasaan teks, tentu akan menonjolkan berbagai unsur-unsur dalam sebuah karya seni seperti kelebihan, kekurangan dan lain-lain. Suatu karya seni memiliki nilai yang berbeda, tergantung dari siapa yang menilainya.

Kata persuasif adalah berbagai kata yang mengandung unsur ajakan untuk melakukan suatu hal dan kata persuasif disini sesuai dengan keinginan penulis. Dalam penulisan teks ulasan, tentu akan menggunakan berbagai kata yang sifatnya ajakan, permintaan atau himbauan. Namun semua katanya tidak memaksa, karena hanya sekedar opini yang dikeluarkan penulis.


  1. Konjungsi Internal dan Eksternal

Konjungsi internal adalah konjungsi yang menggabungkan antara argumen dalam dua klausa dan konjungsi internal bisa dikelompokkan menjadi penambahan, perbandingan, waktu dengan sebab akibat. Sedangkan konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menggabungkan 2 peristiwa sekaligus. Dalam pembuatan teks biasanya mengandung konjungsi internal dengan eksternal.

Dalam pembuatan teks pasti ada ungkapan perbandingan didalamnya, baik persamaan atau perbedaan. Dengan perbandingan yang baik, maka pengguna karya akan mudah memahami isi teks dan pengguna juga bisa mengambil keputusan mengenai bagus tidaknya sebuah karya. Semakin bagus sebuah karya, maka akan ungkapan perbandingan yang menguntungkan.

Kata kerja material adalah kata kerja yang berisikan predikat dalam sebuah kalimat dan acuan dalam kata kerja material adalah sebuah tindakan atau berbagai bentuk aktivitas. Kata kerja material bisa juga diisi dengan kata benda dan kata sifat. Kata kerja material selalu digunakan dalam pembuatan teks ulasan suatu karya.

Baca Juga:  Ciri Ciri Gelembung Ikan Cupang Yang Sudah Ada Telurnya

Kelebihan dan Kekurangan Teks Ulasan

  • Menambah wawasan berkaitan dengan karya
  • Pembaca bisa memiliki rasa menghargai terhadap karya ciptaan orang lain
  • Kritis terhadap suatu karya
  • Informasi mengenai suatu karya, tergantung dari pemahaman penulis
  • Pilihan kata yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia, akan menimbulkan pemahaman yang berbeda

Contoh Teks Ulasan

Film Kapten Tsubasa adalah film kartun yang bercerita tentang sepak bola dan film ini adalah anime yang populer di Indonesia. Kebanyakan penyuka film kapten tsubasa adalah anak-anak dan film ini pernah tayang di beberapa stasiun tv ternama di Indonesia. Film Tsubasa menceritakan perjalanan karir seorang pemain bola asal Jepang.

Dalam cerita awalnya, film menggambarkan contoh teks ulasan kesederhanaan seorang anak muda yang sekolah di sebuah SD bernama Nankatsu. Penulis juga memberikan suasana yang beragam dalam film dan berbagai rintangan selalu dihadapi untuk mencapai kemenangan. Bagian ini menceritakan perjuangan seorang kapten sepak bola yang ingin selalu memang meski dalam keadaan apapu.

Rival abadi kapten tsubasa saat di jepang adalah Hyuga dan keduanya selalu melangsungkan partai final yang seru, meskipun ujungnya dimenangkan Tsubasa. Kemudian Tsubatsa melanjutkan mimpinya untuk pergi ke Brazil dan menjadi pemain terbaik di dunia. Para pesaingnya yang berasal dari berbagai negara, harus tunduk oleh Tsubasa dan sampai akhirnya tsubasa bisa membawa timnas Jepang juara dunia.

Film biasanya menceritakan tahap awal dengan zona lebih pendek dibandingkan dengan tahap akhirnya dan pada tahap pertengahan sampai akhir, perjuangan tsubasa terkesan lebih mudah. Film ini akan lebih bagus dengan cerita berbagai kegagalan dulu sebelum mencapai sukses, karena rintangannya selalu mudah dilewati tsubasa dan pada pertengahan sampai akhir, kapten tsubasa tidak pernah mengalami kekalahan dalam satu pertandinganpun.

Selebihnya film ini sangat menarik dan memberikan hal positif bagi para penikmatnya. Film ini memiliki kisah perjuangan yang sangat mendalam, sehingga para penontonnya bisa ikut terbawa suasana. Penonton bisa meniru kegigihan yang dimiliki tsubasa dan bisa ikut mencontoh berbagai cara tsubasa dalam mengatasi masalah.

Dengan melupakan berbagai kekurangan yang dimiliki film, cerita dalam kapten tsubasa sangatlah menarik dan pembuatan film dilakukan dengan suasana yang pas. Film ini dikemas dengan latar belakang cerita yang jelas, jadi sangat mudah dipahami penonton dan film ini sangat cocok dengan kultur yang ada di Indonesia.

Sekian ulasan lengkap mengenai teks ulasan dan semoga semua bahasan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: Menjelaskan pengertian serta ciri-ciri teks ulasan berdasarkan isi dan objek ulasannya.

1. Pengertian Ulasan

Perhatikanlah teks berikut! Identitas Buku

Judul : Atheis

Pengarang : Achdiat K. Mihardja Penerbit : Balai Pustaka

Tahun terbit : 1949 (cetakan pertama) Tebal halaman : 232 halaman

Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini. Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruh kembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustrasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Baca Juga:  Koordinat Titik Potong Garis M Dan L Adalah

Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama– kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan.

Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaakan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendirianya.

Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.

Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaakan kesalahan orang lain yang sudah bertobat. Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaakan kesalahan anaknya bahkan sampai ajal menjemputnya. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar. Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaakan anaknya sendiri. Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh.

Contoh resensi ilm.

Film ”Laskar Pelangi” adalah sebuah adaptasi dari novel Andrea Hirata dengan judul yang sama. Film ini berlokasi di Belitong, Sumatra. Film ini diawali dengan tokoh Ikal dewasa (Lukman Sardi) yang kembali ke tanah kelahirannya setelah merantau. Dia lalu lash back ke masa kecilnya dulu sewaktu masih di SD Muhammadiyah yang sederhana dengan dua guru yang bersahaja, Bu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara).

Lima tahun berlalu dan ilm bercerita tentang anggota Laskar Pelangi kelimanya duduk di kelas V, melalui sudut pandang Ikal kecil (Zulfani). Selain Ikal, ada juga tokoh Lintang (Ferdian) yang amat jenius dan Mahar (Verrys Yamarno) yang menunjukkan bakat seni luar biasa. Tokoh-tokoh yang lain adalah Akiong, Harun, Sahara, dan Kucai.

Keputusan penting sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana yang memilih anak-anak asli Belitong sebagai pemain ternyata tepat. Mereka bisa menyelami karakter masing-masing walaupun tidak punya pengalaman akting sebelumnya. Memang, Riri dan Mira terkenal akan kemampuannya mengorbitkan bakat-bakat baru seperti yang terjadi pada Rachel Maryam.

Zulfani dan Ferdian menunjukkan penampilan yang luar biasa sebagai orang baru dalam dunia akting tanpa pengalaman. Kepolosan mereka terasa sangat natural, berbeda dengan bintang-bintang cilik lain yang sering mondar-mandir di layar televisi kita. Anda pasti tanpa sadar tersenyum saat menyaksikan kisah cinta Ikal dengan seorang gadis Tionghoa yang ditemuinya di pasar, menunjukkan betapa naturalnya penampilan dia.

Baca Juga:  Indonesia Dan Singapura Bekerja Sama Melakukan Penelitian Kemaritiman Tentang

Inti dari ilm ini, secara emosional, sebenarnya Lintang. Penonton langsung jatuh cinta sejak kemunculan pertama Ikal di layar. Sebagai anak termiskin dari sebuah komunitas miskin, gayanya yang terengah-engah menggenjot sepeda yang terlalu besar untuknya adalah sebuah scene tak terlupakan. Sementara itu, aktor veteran Ikranagara, memberikan penampilan memukau sebagai Pak Harfan. Dia sukses membawakan karakter guru senior yang bersemangat, baik hati, dan sanggup mengambil hati anak-anak asuhannya.

Skenarionya agak berbeda dibanding cerita di novel dengan penambahan beberapa karakter guru yang tidak dituliskan oleh Andrea. Sebuah hal yang wajar, tentu saja. Memang ini ilm lawas keluaran 2008. Akan tetapi, tidak ada ruginya menonton ”Laskar Pelangi” berkali-kali karena ilm ini memang “beda” dan berani melawan arus utama sinema Indonesia. (resensiilmbagus.blogspot.com. dengan beberapa penyesuaian)

Contoh teks ulasan untuk album lagu.

Sensual! Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan nyawa musik yang dibawa oleh band asal Malang ini. Band tersebut hadir kembali meramaikan kancah musik lokal, Atlesta mengusung nuansa percampuran musik pop, RnB dengan jazz dalam dua belas lagu besutan Fifan Christa dan kawan-kawan ini.

Album kedua berjudul Sensation dimulai dengan lagu berjudul “Aroma”. Lirik yang singkat dengan sayup-sayup vokal perempuan, membiarkan pendengarnya berimajinasi dalam track pemanasan ini. Tak cukup sampai di situ, lagu kedua berjudul “Paris Weekend” juga membawa pada imajinasi seolah-olah berada dalam perjalanan panjang menuju ke suasana romantis bersama musik bernuansa

jazz 80-an. Dalam lagu kedua ini sekilas melemparkan ingatan kita pada musik yang diusung oleh grup band Earth Wind and Fire.

Melompat ke lagi selanjutnya adalah “Oh You”. Jika di album sebelumnya kesan seksi nan nakal ditonjolkan oleh Fifan dan kawan-kawan, barangkali lagu inilah yang mewakili perubahan kesan seksi-nakal ke seksi-elegan. Hal itu terlihat dari pemilihan diksi yang jauh lebih halus tanpa meninggalkan kesan sensual.

“Oh you, just feel the night // Alright, just turn me right // Oh you, turn of the light // Anybody alright, take it all to say.” Melodinya catchy, dijamin sekali mendengarkan kita tidak akan kesulitan untuk mengingat lagu ini.

Coba dengarkan lagu berjudul “Sensation”. Pada lagu ini nuansa RnB lebih terasa dengan ketukan unik.

Album yang dikemas dengan dominan warna hitam ini menyuguhkan dua instrumen. Pertama adalah “Sunset” didominasi oleh gitar. Nuansa itu sekilas terdengar ala Kings of Convenience ini. Sementara itu, pada lagu ke sembilan kita dibawa mendengarkan dentingan piano yang menenangkan setelah diajak menggoyangkan tubuh pada lagu sebelumnya, “Cadillac Model”.

Jika kamu pecinta musik sekaligus penikmat fotograi, di album ini kita bisa menikmati keduanya sekaligus karena Atlesta mengemas lirik-lirik dalam album

Sensation itu ke dalam empat belas lembar foto menarik. Sayangnya lirik-lirik tersebut tidak semuanya tercetak dengan baik, dengan font handwriting yang cukup sulit untuk dibaca.

Secara umum, album ini sebenarnya sudah mampu mendekati apa yang dikerja Atlesta, yakni kesan klasik. Atlesta jauh lebih matang, penuh gairah dan namun tetap catchy. Sangat layak album itu untuk dikoleksi tentunya!

(Winda Carmelita, kapanlagi. com dengan beberapa penyesuaian)

Kegiatan 6.2

A. Sebutkanlah judul-judul yang kamu ketahui berkaitan dengan jenis-jenis karya di bawah ini! Tuliskan pula isinya secara ringkas!

Jenis Karya Judul Isi

I II I II

1. Kumpulan cerpen 2. Novel

3. Buku ilmu pengetahuan 4. Film

5. Drama 6. Album lagu

B. 1. Bacalah pula sebuah contoh teks ulasan, baik itu bersumber dari buku, surat kabar, majalah, ataupun internet!

2. Jelaskanlah isi karya dari yang diulasnya itu (objek ulasan)! 3. Tuliskan pula kelebihan dan kelemahannya secara garis besar! Judul ulasan : ….

Sumber : ….

Jenis/Objek Ulasan
Kelebihan
Kelemahan

Tuliskan Pula Kelebihan Dan Kelemahannya Secara Garis Besar

Sumber: https://apamaksud.com/tuliskan-kelebihan-serta-kekurangan-ulasan-secara-garis-besar